• Minggu, 17 Oktober 2021

Taliban Akan Larang Wanita Afghanistan Lakukan Aktivitas Olahraga, Ini Alasannya

- Kamis, 9 September 2021 | 16:32 WIB
Anggota Taliban mengarahkan senjatanya ke arah pengunjuk rasa, saat warga berdemo dan menyerukan slogan selama protes anti-Pakistan, dekat kedutaan Pakistan di Kabul, Afghanistan, Selasa (7/9/2021). ( ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/WSJ/djo (REUTERS/STRINGER))
Anggota Taliban mengarahkan senjatanya ke arah pengunjuk rasa, saat warga berdemo dan menyerukan slogan selama protes anti-Pakistan, dekat kedutaan Pakistan di Kabul, Afghanistan, Selasa (7/9/2021). ( ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/WSJ/djo (REUTERS/STRINGER))

INILAHKORAN, BANDUNG - Seorang pejabat di kelompok islam garis keras mengatakan bahwa di bawah pemerintahan Taliban yang baru, wanita Afghanistan akan dilarang melakukan aktivitas olahraga, termasuk olahraga tim kriket wanita di negara itu.

Dalam sebuah wawancara dengan penyiar Australia SBS, Wakil Kepala Komisi Budaya Taliban, Ahmadullah Wasiq mengungkapkan bahwa olahraga bagi wanita dianggap tidak pantas dan tidak perlu.

"Saya kira perempuan tidak boleh bermain kriket karena perempuan tidak harus bermain kriket," kata Wasiq.

Baca Juga: Krisis Kemanusiaan dan Kekeringan, Taliban: PBB Janjikan Bantuan untuk Afghanistan


Wasiq menilai, olahraga kriket mungkin akan membuat perempuan dalam situasi di mana wajah dan tubuhnya tidak tertutup.

"Ini adalah era media, dan akan ada foto atau video, kemudian orang-orang menontonnya. Islam dan Imarah Islam (Afghanistan) tidak mengizinkan wanita bermain kriket atau olahraga yang membuat mereka terekspos," ungkap Wasiq.

Sementara itu, pejabat di dewan kriket Afghanistan mengatakan mereka belum diberitahu secara resmi tentang nasib kriket wanita.

Olahragawan, termasuk para pemain kriket telah bersembunyi di Afghanistan sejak Taliban berkuasa di tengah penarikan pasukan asing pimpinan AS bulan lalu. Bahkan, beberapa wanita melaporkan ancaman kekerasan dari pejuang Taliban jika mereka ketahuan bermain.

Larangan bermain olahraga muncul di tengah meningkatnya bukti bahwa sikap Taliban berkuasa terhadap perempuan tidak berkurang sejak mereka berkuasa pada terakhir kalinya.*** (Firda Rachmawati)

 
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X