• Jumat, 17 September 2021

Korut Terus-terusan Tembakkan Rudal, PM Jepang: Ini Sudah Keterlaluan!

- Rabu, 15 September 2021 | 17:12 WIB
Orang-orang menonton tayangan berita TV, tentang Korea Utara yang menembakkan sepasang rudal balistik di lepas pantai timurnya, di Seoul, Korea Selatan, Rabu (15/9/2021).  ((ANTARA/Reuters))
Orang-orang menonton tayangan berita TV, tentang Korea Utara yang menembakkan sepasang rudal balistik di lepas pantai timurnya, di Seoul, Korea Selatan, Rabu (15/9/2021). ((ANTARA/Reuters))

INILAHKORAN, Bandung- Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga tampak geram dengan aktivitas peluncuran rudal balistik Korea Utara. 'Keterlaluan," ujar dia.

Korea Utara meluncurkan sepasang rudal balistik di lepas pantai timurnya pada Rabu 15 September 2021, beberapa hari setelah negara itu menguji rudal jelajah jarak jauh. Yoshihide Suga mengecam keras tindakan tersebut dan menganggapnya sebagai ancaman bagi perdamaian dan keamanan kawasan.


"Korea Utara menembakkan dua rudal balistik tak dikenal dari wilayah pedalaman tengah menuju pantai timur, dan otoritas intelijen Korea Selatan serta Amerika Serikat sedang melakukan analisis terperinci untuk informasi lebih lanjut," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS).

Baca Juga: Dipecat! Ancaman untuk Tentara AD AS yang Ogah Jalani Vaksinasi Covid-19

Militer Korsel telah meningkatkan pengawasan dan kesiagaan penuh bersama AS, tambah JCS.

Badan Penjagaan Pantai Jepang juga mengatakan sebuah objek yang bisa jadi merupakan rudal balistik telah ditembakkan dari Korut dan mendarat di luar zona ekonomi eksklusifnya.

Suga dan Presiden Korsel Moon Jae-in masing-masing akan mengadakan pertemuan dewan keamanan nasional mereka untuk membahas peluncuran tersebut, menurut kantor kedua pemimpin.

Kantor Moon mengatakan dia segera diberi tahu tentang uji coba rudal balistik, yang pertama digelar Korut sejak Maret dan dinilai sebagai pelanggaran lebih lanjut terhadap sanksi PBB.

Negosiasi untuk menghentikan persenjataan nuklir dan rudal balistik Korut dengan imbalan keringanan sanksi telah terhenti sejak 2019.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Badai Ida di Timur Laut AS Tewaskan 50 Orang

Senin, 6 September 2021 | 10:15 WIB

Mengenaskan, Peselancar Australia Tewas Digigit Hiu

Senin, 6 September 2021 | 08:24 WIB
X