• Senin, 18 Oktober 2021

Korut Terus-terusan Tembakkan Rudal, PM Jepang: Ini Sudah Keterlaluan!

- Rabu, 15 September 2021 | 17:12 WIB
Orang-orang menonton tayangan berita TV, tentang Korea Utara yang menembakkan sepasang rudal balistik di lepas pantai timurnya, di Seoul, Korea Selatan, Rabu (15/9/2021).  ((ANTARA/Reuters))
Orang-orang menonton tayangan berita TV, tentang Korea Utara yang menembakkan sepasang rudal balistik di lepas pantai timurnya, di Seoul, Korea Selatan, Rabu (15/9/2021). ((ANTARA/Reuters))

INILAHKORAN, Bandung- Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga tampak geram dengan aktivitas peluncuran rudal balistik Korea Utara. 'Keterlaluan," ujar dia.

Korea Utara meluncurkan sepasang rudal balistik di lepas pantai timurnya pada Rabu 15 September 2021, beberapa hari setelah negara itu menguji rudal jelajah jarak jauh. Yoshihide Suga mengecam keras tindakan tersebut dan menganggapnya sebagai ancaman bagi perdamaian dan keamanan kawasan.


"Korea Utara menembakkan dua rudal balistik tak dikenal dari wilayah pedalaman tengah menuju pantai timur, dan otoritas intelijen Korea Selatan serta Amerika Serikat sedang melakukan analisis terperinci untuk informasi lebih lanjut," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS).

Baca Juga: Dipecat! Ancaman untuk Tentara AD AS yang Ogah Jalani Vaksinasi Covid-19

Militer Korsel telah meningkatkan pengawasan dan kesiagaan penuh bersama AS, tambah JCS.

Badan Penjagaan Pantai Jepang juga mengatakan sebuah objek yang bisa jadi merupakan rudal balistik telah ditembakkan dari Korut dan mendarat di luar zona ekonomi eksklusifnya.

Suga dan Presiden Korsel Moon Jae-in masing-masing akan mengadakan pertemuan dewan keamanan nasional mereka untuk membahas peluncuran tersebut, menurut kantor kedua pemimpin.

Kantor Moon mengatakan dia segera diberi tahu tentang uji coba rudal balistik, yang pertama digelar Korut sejak Maret dan dinilai sebagai pelanggaran lebih lanjut terhadap sanksi PBB.

Negosiasi untuk menghentikan persenjataan nuklir dan rudal balistik Korut dengan imbalan keringanan sanksi telah terhenti sejak 2019.

Di tengah kebuntuan pembicaraan nuklir itu, Korut terus mengembangkan persenjataannya.

Peluncuran rudal pada Rabu bertepatan dengan pembicaraan antara menteri luar negeri Korsel dan China di Seoul di tengah kekhawatiran atas uji coba rudal jelajah Korut sebelumnya dan negosiasi nuklir yang terhenti antara Pyongyang dan Washington.

Baca Juga: Hati-hati...Virus Corona Kini Serang Hewan Peliharaan, Termasuk Kucing

Ketika ditanya tentang uji coba rudal jelajah Korut sebelumnya, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan semua pihak harus bekerja untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

"Tidak hanya Korea Utara, tetapi negara-negara lain juga melakukan aktivitas militer," kata dia. "Kita semua harus berusaha sedemikian rupa agar dialog bisa berlanjut."

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X