• Rabu, 8 Desember 2021

Kedutaan Afghanistan Tak Dibayar Pemerintah Taliban, Ratusan Diplomat dalam Ketidakpastian

- Kamis, 16 September 2021 | 21:58 WIB
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid berbicara saat konferensi pers di Kabul, Afganistan, Senin, 6 September 2021. (ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/aww/cfo)
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid berbicara saat konferensi pers di Kabul, Afganistan, Senin, 6 September 2021. (ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/aww/cfo)

"Apa yang bisa dilakukan kedutaan tersebut? Mereka tidak mewakili pemerintah. Mereka tidak memiliki kebijakan untuk diterapkan," katanya, seraya menambahkan bahwa staf kedutaan kemungkinan akan diberikan suaka politik karena masalah keamanan jika mereka kembali ke Afghanistan.

Taliban telah berusaha untuk menunjukkan wajah yang lebih berdamai sejak kembali berkuasa.

Baca Juga: Krisis Kemanusiaan dan Kekeringan, Taliban: PBB Janjikan Bantuan untuk Afghanistan

Juru bicara Taliban telah meyakinkan rakyat Afghanistan bahwa mereka tidak akan membalas dendam dan akan menghormati hak-hak orang, termasuk perempuan.

Tetapi laporan penggeledahan dari rumah ke rumah dan pembalasan terhadap mantan pejabat dan etnis minoritas telah membuat orang menjadi khawatir dan waspada.

Taliban telah berjanji untuk menyelidiki setiap pelanggaran. Sekelompok utusan dari pemerintah yang digulingkan mengeluarkan pernyataan bersama untuk menyerukan para pemimpin dunia untuk menolak pengakuan resmi terhadap Taliban.

Tidak ada uang

Pelaksana tugas Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi mengatakan bahwa Taliban telah mengirim pesan ke semua kedutaan Afghanistan untuk memberitahu mereka agar terus bekerja.

"Afghanistan banyak berinvestasi pada Anda, Anda adalah aset Afghanistan," katanya.

Seorang diplomat senior Afghanistan memperkirakan ada sekitar 3.000 orang yang bekerja di kedutaan.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Swiss Kerahkan 2.500 Tentara Atasi Lonjakan Covid-19

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:53 WIB

Kebakaran di Penjara Burundi Tewaskan 38 Narapidana

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:47 WIB

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB
X