• Minggu, 5 Desember 2021

Korsel Amankan Pembelian 20 Ribu Pil Antivirus Covid Buatan Merck

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 22:13 WIB
Orang-orang mengantre untuk menjalani tes penyakit virus corona (COVID-19) di tempat pengujian virus corona di Seoul, Korea Selatan, Kamis (15/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/
Orang-orang mengantre untuk menjalani tes penyakit virus corona (COVID-19) di tempat pengujian virus corona di Seoul, Korea Selatan, Kamis (15/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/

INILAHKORAN, Bandung-Korea Selatan mengamankan pembelian 20.000 pil antivirus COVID-19 yang dikembangkan oleh Merck & Co, kata Perdana Menteri Kim Boo-kyum pada Rabu.
 
Dengan demikian, Korsel menjadi salah satu dari sejumlah negara Asia yang bergegas menyelamatkan pasokan obat tersebut. 

"Kami telah menyiapkan anggaran yang cukup untuk pengobatan sekitar 40.000 orang dan telah menandatangani kontrak prapembelian untuk 20.000 pil," kata Kim saat rapat penanggulangan COVID-19.

Korsel juga berniat membeli obat-obat antivirus lainnya, lanjut Kim.

Baca Juga: Sukses dengan 'Squid Game', Netflix Malah Dituntut Perusahaan Internet Korsel Hampir 30 Juta Dollar

Merck pada Rabu juga mengumumkan kontrak pembelian dan pasokan dengan Singapura setelah mencapai kesepakatan serupa dengan Australia.

Sementara itu, Thailand dan Malaysia, juga Taiwan, mengatakan sedang dalam pembicaraan pembelian pil tersebut.

Molnupiravir diklaim mampu mengurangi risiko kematian atau rawat inap bagi orang-orang yang paling berisiko terinfeksi COVID-19 parah.

Baca Juga: Saham di Korsel Turun akibat Kekhawatiran Terkait Covid-19


Merck sedang berupaya mendapat izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk pil buatannya.

Pengobatan tersebut melibatkan pasien yang mengonsumsi empat pil dua kali sehari selama lima hari.

Merck mengaku merencanakan pendekatan harga berjenjang berdasarkan pada kriteria pendapatan negara. Pemerintah AS sudah membuat kontrak pembelian 1,7 juta paket dosis dengan 700 dolar AS (sekitar Rp9,9 juta) per paket. 

Baca Juga: Kasus Harian Covid-19 Korsel Tembus 1.000 Sepekan Terakhir

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea (KDCA) mengatakan pihaknya sedang mengadakan pembicaraan dengan Pfizer dan produsen obat asal Swiss Roche Holding AG, yang juga berlomba mengembangkan pil antivirus COVID-19 yang mudah diberikan kepada pasien. 

Pemerintah Korsel telah mengalokasikan 30,31 juta dolar AS (sekitar Rp432 miliar) untuk mengamankan pasokan pil antivirus oral bagi menyembuhkan COVID-19.***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB

Truk Tangki BBM Meledak, 99 Dilaporkan Tewas

Minggu, 7 November 2021 | 08:56 WIB
X