• Minggu, 5 Desember 2021

NATO sebut pengusiran Rusia tidak terkait dengan kejadian tertentu

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 21:29 WIB
Arsip - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Brussel, Belgia, Maret 2021. (ANTARA/Olivier Hoslet/Pool via Reuters)
Arsip - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Brussel, Belgia, Maret 2021. (ANTARA/Olivier Hoslet/Pool via Reuters)

INILAHKORAN, Bandung-Negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) perlu mewaspadai aksi "fitnah" Rusia, kata Sekjen NATO Jens Stoltenberg pada Kamis, menyusul insiden pengusiran delapan anggota misi Rusia untuk NATO.

Stoltenberg mengatakan pengusiran itu tidak terkait dengan kejadian tertentu karena kedelapan anggota tersebut adalah "pejabat intelijen Rusia yang tak diakui."

"Keputusan ini tidak terkait dengan peristiwa tertentu, namun kini kami melihat beberapa kali, peningkatan aksi fitnah Rusia, dan oleh sebab itu kami mesti waspada," katanya saat konferensi pers.

Baca Juga: Gempa Dahsyat Guncang Pakistan, 20 Orang Dikabarkan Tewas

Aktivitas delapan anggota tersebut tidak sesuai dengan akreditasi mereka, kata Stoltenberg yang menggambarkan hubungan dengan Rusia berada di titik terendah mereka sejak berakhirnya Perang Dingin.

"Itu karena tabiat Rusia. Kami melihat tindakan agresif mereka," katanya, merujuk pada pembangunan militer Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina dan apa yang disebutnya sebagai pelanggaran terhadap Traktat Senjata Nuklir Jarak Menengah (INF Treaty).

Stoltenberg menyebutkan NATO akan melanjutkan pendekatan "jalur ganda" mereka terhadap pertahanan dan dialog dengan Rusia.

Baca Juga: Setelah 15 Tahun Quartararo Kini di Ambang Juara Dunia MotoGP, Perutnya Sempat Mulas Gegara Nervous

"Kami juga siap untuk menggelar pertemuan dewan NATO-Rusia. Kami sebenarnya sudah lama mengundang Rusia. Hingga saat ini, Rusia tidak memberikan respons positif," ucapnya.

Stoltenberg mengatakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Majelis Umum PBB bulan lalu untuk menyepakati pertemuan baru dewan, yang dinilai sangat krusial untuk digelar mengingat ketegangan tinggi saat ini, tidak membuahkan hasil.

Pemerintah Rusia sebelumnya mengatakan bahwa pengusiran tersebut hampir sepenuhnya mengacaukan asa mereka bahwa hubungan kedua pihak dapat dinormalisasi dan dialog dengan NATO dapat dilanjutkan.

Baca Juga: Tunisia Tutup Stasiun Televisi Tak Berlisensi akibat Kritisi Presiden

Pada Rabu anggota dewan Rusia yang pro-pemerintah mengatakan Moskow akan membalas, meski tidak harus setimpal.***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB

Truk Tangki BBM Meledak, 99 Dilaporkan Tewas

Minggu, 7 November 2021 | 08:56 WIB
X