• Minggu, 5 Desember 2021

Pentagon Tawarkan Uang Duka dan Relokasi Bagi Keluarga Korban Serangan Drone AS di Afghanistan

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:00 WIB
Arsip - Penampakan mobil yang hancur oleh serangan drone AS di Kabul, Afghanistan, 29 Agustus 2021.
Arsip - Penampakan mobil yang hancur oleh serangan drone AS di Kabul, Afghanistan, 29 Agustus 2021.

INILAHKORAN, Bandung-Pentagon telah menawarkan sejumlah uang duka kepada keluarga dari 10 warga sipil yang tewas dalam serangan pesawat nirawak (drone) di Kabul, Afghanistan.

Serangan itu terjadi pada 29 Agustus, dua hari sebelum tenggat penarikan pasukan AS dari negara itu.

Departemen Pertahanan AS itu mengatakan telah membuat komitmen yang mencakup "pembayaran uang duka sukarela" dan bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri untuk menawarkan relokasi ke AS kepada keluarga korban.

Baca Juga: Inggris Berupaya Selamatkan Malaikat Kabul, Bocah Dua Tahun Korban Bom Bunuh Diri Afganistan

Colin Kahl, Wakil Menteri Pertahanan AS Bidang Kebijakan, menggelar rapat virtual pada Kamis dengan Steven Kwon, pendiri dan presiden Nutrition & Education International, lembaga bantuan yang mempekerjakan Zemari Ahmadi, yang tewas dalam serangan drone itu, kata Sekretaris Pers Pentagon John Kirby, Jumat malam.

Ahmadi dan warga sipil lain yang tewas dalam serangan itu adalah korban tidak bersalah dan tidak terkait dengan ISIS-K atau ancaman terhadap pasukan AS, kata Kirby.

Dari 10 korban tewas, tujuh di antaranya adalah anak-anak.

Baca Juga: Mantan Pendiri Taliban Mullah Baradar Bakal Pimpin Afganistan

Pentagon sebelumnya mengatakan serangan pada 29 Agustus itu menyasar seorang pengebom bunuh diri ISIS yang berpotensi menimbulkan ancaman bagi pasukan AS di bandara saat mereka menyelesaikan tahap akhir penarikan dari Afghanistan.

Namun, sejumlah laporan segera bermunculan dan mengatakan bahwa serangan drone AS di sebuah kawasan permukiman di bagian barat Bandara Internasional Hamid Karzai Kabul telah membunuh warga sipil termasuk anak-anak.

Video dari tempat kejadian menunjukkan pecahan-pecahan dari sebuah mobil yang berserakan di halaman sebuah gedung.

Baca Juga: Ternyata...Tak Hanya Sekali Pria Afganistan Ini Dicokok Polisi

Pentagon kemudian mengatakan serangan itu adalah sebuah "kesalahan tragis".

Serangan itu terjadi tiga hari setelah pengebom bunuh diri ISIS membunuh 13 tentara AS dan puluhan warga sipil Afghanistan yang berkerumun di luar gerbang bandara untuk memperebutkan kursi dalam penerbangan evakuasi, menyusul kejatuhan ibu kota Kabul ke tangan Taliban.

Pembunuhan warga sipil itu juga memunculkan pertanyaan tentang masa depan serangan kontra terorisme AS di Afghanistan.***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB

Truk Tangki BBM Meledak, 99 Dilaporkan Tewas

Minggu, 7 November 2021 | 08:56 WIB
X