• Minggu, 5 Desember 2021

Uji Coba, Ratusan Koala Australia Bakal Divaksin Klamidia

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:15 WIB
Seekor koala bernama Ernie diangkut ke daerah tempat dia diselamatkan, dalam persiapan untuk dilepaskan kembali ke habitat aslinya setelah dirawat akibat terkena klamidia dan salah satu matanya harus diangkat, di Grose Vale, Sydney, Australia, 25 Juli 2020.
Seekor koala bernama Ernie diangkut ke daerah tempat dia diselamatkan, dalam persiapan untuk dilepaskan kembali ke habitat aslinya setelah dirawat akibat terkena klamidia dan salah satu matanya harus diangkat, di Grose Vale, Sydney, Australia, 25 Juli 2020.

INILAHKORAN, Bandung-Sekitar 400 ekor koala Australia akan disuntik vaksin anti klamidia dalam sebuah uji coba yang diharapkan dapat berperan penting dalam pelestarian hewan itu untuk jangka panjang.

Klamidia, penyakit yang ditularkan secara seksual dan juga ditemukan pada manusia, telah menyebar luas pada koala dan menjangkiti setengah populasinya di sejumlah kawasan.

"Ini adalah penyakit ganas penyebab konjungtivitis yang melemaskan, infeksi kandung kemih, dan terkadang, kemandulan," kata Amber Gillett, dokter hewan liar di Rumah Sakit Alam Liar Kebun Binatang Australia yang juga koordinator penelitian, dalam pernyataan pada Jumat saat uji coba dimulai.

Baca Juga: Sisi Lain Djokovic, Lucu Banget Pas Lihat Koala

Penyakit dari bakteri itu, yang bisa ditularkan oleh induk kepada anaknya yang baru lahir, juga bisa menyebabkan kebutaan, kata peneliti.

Setiap koala akan diberikan satu dosis vaksin dan dipasangi microchip sebelum dilepaskan ke alam liar.

"Sementara vaksinasi ini akan memberi manfaat langsung pada hewan tersebut, uji coba juga akan difokuskan pada perlindungan yang diberikan vaksinasi," kata Peter Timms, profesor mikrobiologi di Universitas Sunshine Coast, yang memimpin uji coba.

Baca Juga: Terima Kunjungan Duta Besar Australia, Ridwan Kamil Paparkan Potensi Ekonomi Jabar

Meskipun di banyak kasus klamidia dapat diobati dengan antibiotik, para peneliti mengatakan mereka berharap vaksin akan membantu meningkatkan kelangsungan hidup dan perkembangbiakan hewan tersebut.

Perkiraan populasi koala bervariasi karena mereka sulit dihitung di alam liar. Sebuah penelitian oleh Universitas Queensland pada 2016 menghitung masih ada sekitar 330.000 ekor koala di Australia.

Sebuah studi yang dilakukan World Wildlife Fund (WWF) memperkirakan bahwa lebih dari 60.000 ekor koala telah mati, terluka atau terdampak oleh kebakaran hutan di Australia pada 2019 dan awal 2020.***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragis! Rapper Young Dolph Tewas Ditembak di Toko Kue

Kamis, 18 November 2021 | 10:59 WIB

CPC Serukan Kader dan Militer Merapat ke Xi Jinping

Jumat, 12 November 2021 | 22:07 WIB

Truk Tangki BBM Meledak, 99 Dilaporkan Tewas

Minggu, 7 November 2021 | 08:56 WIB
X