• Jumat, 27 Mei 2022

WHO: Varian Omicron Menular Cepat dan Menginfeksi Penerima Vaksin

- Selasa, 21 Desember 2021 | 13:20 WIB
dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memastikan varian Omicron menyebar lebih cepat dan menginfeksi penerima vaksin. (InilahKoran/Antara)
dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memastikan varian Omicron menyebar lebih cepat dan menginfeksi penerima vaksin. (InilahKoran/Antara)

INILAHKORAN, Bandung- Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memastikan varian Omicron menular lebih cepat serta bisa menginfeksi penerima vaksin.

Tedros Adhanom menyebut WHO telah menemukan banyak bukti terkait varian Omicron yang tingkat penyebarannya jauh lebih cepat ketimbang delta ataupun varian Covid-19 lainnya.

Menurut Tedros Adhanom, WHO juga memastikan bahwa varian Omicron bisa menginfeksi masyarakat yang sudah menerima vaksinasi.

Baca Juga: Menteri AH Kabinet Jokowi Diduga Selingkuh, Nangis dan Minta Maaf ke Suami Selingkuhannya

"Ada bukti konsisten bahwa Omicron secara signifikan menyebar lebih cepat ketimbang varian Delta," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus saat konferensi pers di Jenewa.

"Dan kemungkinan orang-orang yang sudah divaksin atau sembuh dari COVID-19 dapat terinfeksi atau kembali terinfeksi," katanya.

Kepala ilmuan WHO Soumya Swaminathan mengatakan bahwa varian Omicron berhasil lolos dari beberapa respons imun.

Baca Juga: Ada Sindikat di Pesantren Guru Cabul Herry Wirawan? Begini Penuturan Kuasa Hukum Korban

Itu artinya bahwa program vaksinasi booster yang sedang berlangsung di banyak negara harus menargetkan orang-orang dengan sistem imun yang lemah.

Omicron tampaknya lebih lincah menghindari antibodi yang dihasilkan dari sejumlah vaksin COVID-19, namun ada bentuk imun lain yang mungkin mencegah infeksi dan penyakit, kata pejabat WHO.

"Kami tidak percaya bahwa semua vaksin akan menjadi tidak efektif sama sekali," kata Swaminathan.

Pakar WHO Abdi Mahamud menambahkan: "Meski kami melihat antibodi netralisasi menurun, hampir semua data menunjukkan bahwa T-sel masih utuh, itulah yang kami benar-benar butuhkan."

Baca Juga: Narji Resmi Jadi Kader Baru PKS, Netizen: Gak Salah Angkat Kader?

Selagi pertahanan antibodi dirusak dari beberapa penjuru, ada harapan bahwa T-sel, yang menjadi pilar kedua dalam respons imun, mampu mencegah penyakit parah dengan menyerang sel manusia yang terinfeksi.

Swaminathan menuturkan: "Tentunya ada sebuah tantangan, banyak monoklonal yang tidak ampuh melawan Omicron".

Akan tetapi tim WHO juga memberikan sejumlah asa kepada dunia yang sedang menghadapi gelombang baru bahwa 2022 akan menjadi tahun di mana pandemi akan berakhir melalui pengembangan generasi vaksin kedua dan ketiga, pengembangan lebih lanjut dari pengobatan antimikroba dan inovasi lainnya.

Baca Juga: Lho Kok, Kuasa Hukum Korban Pencabulan Herry Wirawan Tidak Boleh Masuk Ruang Persidangan?

Pandemi telah menelan lebih dari 5,6 juta korban jiwa di seluruh dunia.

"(Kami) berharap mampu menjadikan penyakit ini, penyakit yang relatif ringan yang mudah dicegah, yang mudah diobati ... dan berharap dapat mengatasinya dengan mudah di masa depan," kata Mike Ryan, pakar kedaruratan WHO saat jumpa pers.

"Jika kita dapat meminimalisir penularan, maka pandemi akan tamat."

Namun Tedros juga menuturkan bahwa China, tempat pertama munculnya SARS-CoV-2 pada akhir 2019, harus bersedia menyerahkan data dan informasi terkait asal mula COVID-19 untuk membantu penanganan ke depannya.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X