Hancur Berkeping-keping, Pihak Berwenang Kesulitan Cari Penyebab Jatuhnya Pesawat China Eastern Airlines

Pihak berwenang kesulitan mencari dan menetapkan penyebab jatuhnya pesawat China Eastern Airlines karena kondisinya yang hancur parah.

Hancur Berkeping-keping, Pihak Berwenang Kesulitan Cari Penyebab Jatuhnya Pesawat China Eastern Airlines
Kecelakaan pesawat Boeing di China. Tampak bagian pesawat hancur berkeping-keping. Pihak Boeing sedang menyelidiki peristiwa ini

INILAHKORAN, Bandung - Pihak berwenang mengaku kesulitan mencari dan menetapkan penyebab jatuhnya pesawat China Eastern Airlines.

Hal tersebut dikarenakan kondisi pesawat yang hancur berkeping-keping. Bahkan, dalam foto yang beredar di media sosial kondisi pesawat hampir tak bisa dikenali.

Direktur keselamatan penerbangan di Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC), Zhuo Tao mengatakan dalam insiden tersebut tidak ada penumpang yang selamat.

Baca Juga: Kasus Harian Covid 19 Melandai, Kapan Kota Bandung Turun ke PPKM Level 2

"Pesawat itu rusak parah, dan penyelidikan akan menghadapi tingkat kesulitan yang sangat tinggi," kata Zhuo Tao, dikutip Inilahkoran dari The Guardian, Rabu 23 Maret 2022.

“Mengingat informasi yang tersedia saat ini, kami masih belum memiliki penilaian yang jelas tentang penyebab kecelakaan itu,” lanjutnya.

Sementara itu, menurut salah seorang pejabat di China Eastern Airlines, Sun Shiying kondisi pesawat sebelum lepas landas baik-baik saja.

Baca Juga: Berduaan dengan Bukan Mahram Saat Ramadhan, Buya Cecep: Pahala Puasa Rusak!

"Pesawat memenuhi standar kelaikan udara dan kondisi teknis stabil," ujar Sun Shiying.

Ia juga menyebut kru pesawat yang ada di dalam pun dalam keadaan sehat.

"Anggota awak berada dalam kesehatan yang baik, dan pengalaman terbang mereka sesuai dengan persyaratan peraturan," katanya.

Baca Juga: Panduan Lengkap Daftar UTBK SBMPTN 2022, Mulai Isi Data hingga Cetak Kartu Peserta

Pesawat yang jatuh pada Senin 21 Maret 2022 itu diketahui membawa 132 orang yang meliputi 123 penumpang dan 9 kru pesawat.

Pesawat tersebut jatuh di pegunungan Guangxi, kurang dari satu jam sebelum waktu pendaratan yang dijadwalkan.***


Editor : inilahkoran