Afrika Butuh Alat Tes dan Vaksin Lantaran Cacar Monyet Menyebar

Afrika tidak mempunyai vaksin cacar monyet dan persediaan alat tes juga terbatas, kata badan kesehatan internasional yang memperingatkan bah

Afrika Butuh Alat Tes dan Vaksin Lantaran Cacar Monyet Menyebar
Afrika tidak mempunyai vaksin cacar monyet dan persediaan alat tes juga terbatas,

INILAHKORAN, Bandung- Afrika tidak mempunyai vaksin cacar monyet dan persediaan alat tes juga terbatas, kata badan kesehatan internasional yang memperingatkan bahwa negara-negara kaya tampaknya telah menimbun vaksin.

Cacar monyet adalah penyakit dari virus yang menyebabkan gejala seperti flu dan lesi kulit. Penyakit ini merupakan endemik di beberapa bagian Afrika tetapi juga baru-baru ini dilaporkan di negara-negara yang tidak memiliki riwayat penularan manusia, termasuk Ghana, Maroko, dan Afrika Selatan.

"Penyebaran geografis cacar monyet ke beberapa bagian Afrika di mana kasusnya belum pernah terdeteksi sebelumnya adalah tanda yang mengkhawatirkan," kata direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Afrika Dr Matshidiso Moeti, Kamis 30 Juni 2022.

Baca Juga: STAYC Comeback, HIGH UP Entertainment Sebut Sudah Rampungkan Syuting Video Musik

Ia mengingatkan agar Afrika tidak diabaikan dalam distribusi vaksin, seperti yang terjadi pada awal peluncuran vaksin COVID-19 ketika negara-negara lain berlomba mengamankan persediaan vaksin yang terbatas.

"Apa yang terjadi pada hari-hari awal peluncuran vaksin COVID-19 ketika Afrika menyaksikan ketika negara-negara lain mengambil persediaan terbatas tidak boleh dibiarkan berulang. Ada beberapa tanda bahwa ini sudah terjadi," ujar dia.

Secara global, pasokan vaksin cacar monyet kurang dan belum ada sumbangan untuk negara-negara di Afrika, kata WHO.

Baca Juga: DPR Soal MyPertamina jadi Syarat Beli BBM Subsidi: Masyarakat Kurang Mampu Semua Punya HP?

Meskipun tidak ada vaksin khusus untuk cacar monyet, tetapi suntikan untuk cacar melindungi seseorang dari virus tersebut.

WHO memutuskan bahwa cacar monyet belum menjadi darurat kesehatan global, meskipun Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dia sangat prihatin dengan wabah tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) memperlakukan wabah itu sebagai keadaan darurat, kata penjabat direktur Ahmed Ogwell Ouma.

Baca Juga: Gara Gara Didatangi Raffi Ahmad Warteg Ini Langsung Rame, Yang Makan Sampai Lesehan di Trotoar Tanpa Alas

"Cacar monyet adalah keadaan darurat di benua ini dan kami meminta semua teman dan mitra kami untuk bergabung dengan kami dalam mengendalikan wabah ini ... termasuk menyediakan alat tes dan vaksin," kata dia.

Kurangnya kapasitas pengujian telah mengakibatkan tingginya jumlah kasus suspek yang tidak dapat dikonfirmasi. Lebih dari 1.821 kasus telah dilaporkan di 13 negara tetapi hanya 109 yang dikonfirmasi setelah pemeriksaan laboratorium.

Dalam beberapa minggu terakhir sekitar 40 negara di mana cacar monyet tidak endemik telah melaporkan wabah, dengan lebih dari 4.300 kasus yang dikonfirmasi atau diduga sebagian besar di Eropa.***


Editor : inilahkoran