• Kamis, 20 Januari 2022

Dirut: Relaksasi Pembayaran Iuran BPJAMSOSTEK Tunggu Regulasi

- Selasa, 21 Juli 2020 | 21:30 WIB

INILAH, Jakarta- Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto mengatakan relaksasi pembayaran iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK) dan Jaminan Pensiun (JP) masih menunggu regulasi dari pemerintah walau pembahasan di tingkat Kementerian Tenaga Kerja sudah rampung.

“Regulasinya bisa keluar di tahun ini juga, nanti segera disosialisasikan dan implementasikan di lapangan,” kata Agus di Palembang, Selasa, setelah meninjau secara langsung pelayanan BPJAMSOSTEK Cabang Palembang yang menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda dan Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK Rekson Silaban.

Ia mengatakan program relaksasi pembayaran iuran ini merupakan respon BPJAMSOSTEK atas kondisi terkini adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat dampak ekonomi penyebaran virus corona.

Badan penyelenggaraan jaminan sosial bidang ketenagakerjaan pun mencatat terdapat 1,15 juta kasus atau meningkat 10 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp14,35 Triliun atau meningkat 16 persen (yoy).

Jika dilihat dari pengajuan klaim sepanjang bulan Juni 2020, terjadi lonjakan sebesar 131 persen atau sebanyak 287,5 ribu dengan nominal Rp3,51 Triliun, dimana jumlah tersebut meningkat 129 persen lebih besar dibanding pengajuan klaim JHT sepanjang bulan Juni tahun 2019 yaitu sebanyak 124,5 ribu pengajuan klaim JHT.

“Nantinya bakal ada relaksasi untuk pembayaran iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK) dan Jaminan Pensiun (JP). Rencananya, ada keringanan pembayaran selama enam bulan, bahkan untuk pembayaran iuran JP bisa ada penundaan, ini merupakan salah satu cara untuk membantu dunia usaha,” kata dia.

Selain itu, strategi relaksasi ini bertujuan untuk menjaga tingkat kepesertaan BPJAMSOSTEK karena selama pandemi terjadi penonaktifan status peserta dari jutaan karyawan.

Terkait PHK ini, BPJAMSOSTEK telah menyediakan berbagai kanal klaim yang dapat digunakan oleh peserta melalui protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik), yang terdiri dari kanal online, offline dan kolektif.

Protokol Lapak Asik yang telah diperkenalkan sejak bulan Maret lalu melalui kanal online antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id, sedangkan kanal offline dapat dilakukan dengan mendatangi di kantor cabang BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

Investasi Emas Masih Menjanjikan di Tahun Ini

Rabu, 12 Januari 2022 | 16:18 WIB
X