• Kamis, 28 Oktober 2021

Konstruksi Trek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai dari Tegalluar

- Kamis, 8 April 2021 | 15:50 WIB
Foto: Dani R Nugraha
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Progres proyek kereta cepat Jakarta-Bandung semakin kentara. PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) mulai mendatangkan rel untuk pemasangan jalur kereta.

General Manager Material Equipment PT KCIC Jarot Ari Wibowo mengatakan, kereta api angkutan rel ini mengangkut batang rel yang akan digunakan di sepanjang trase kereta cepat Jakarta-Bandung. Rel yang diangkut mengikuti standar UIC 60 atau R60. Yakni, rel tersebut memiliki berat 60 kilogram per meter dengan panjang mencapai 50 meter tanpa sambungan.

“Penggunaan bagang rel 50 meter tanpa sambungan ini akan menjadikan lintasan kereta minim sambungan. Sehingga, mendukung peningkatan keamanan dari perjalanan kereta cepat,” kata Jarot di sela pengakutan perdana rel kereta di Depo Tegalluar, Rabu (7/4/2021).

Menurutnya, setiap rel untuk kereta cepat ini yang diproduksi di Cina. Dari negeri Tirai Bambu itu rel didatangkan melalui jalur laut menuju pelabuhan Tanjung Intan Selatan Cilacap, Jawa Tengah. Kemudian, diangkut menggunakan kereta api dari pelabuhan Cilacap ke Depo Tegalluar.

“Setelah diangkut, rel ini akan masuk ke dalam tahap pengelasan. Rel akan disambung menjadi 500 meter. Kemudian, nantinya akan dipasang di trase,” tambahnya.

Jarot menuturkkan, jumlah total rel yang akan didatangkan untuk keperluan kereta cepat ini sebanyak 12.539 batang. Sebelum tahap pengangkutan ini dilakukan, PT KCIC telah melakukan persiapan matang dan beberapa kali uji coba. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kemampuan rel memastikan angkutan rel ini berjalan dengan aman dan 
lancar.

“Secara keseluruhan, progres pengerjaan hingga bulan lalu itu mencapao sekitar 70%. Nah, kalau untuk progres pengerjaan jalur, ini adalah awal dimulainya pekerjaan konstruksi trek itu sendiri. Jadi, bisa dipastikan pekerjaan itu akan selesai dalam waktu dekat,” ujarnya.

Usai pemasangan rel, dia menyebutkan ada pekerjaan lain yang harus dilakukan. Di antaranya pemasangan sumber energi kelistrikan, peralatan komunikasi, peredam suara, dan lainnya. Tak hanya itu saja, kereta cepat ini juga nantinya akan dilengkapi alat pendeteksi gempa. Keberadaan detektor itu mampu memperkirakan beberapa saat sebelum bencana alam terjadi.

“Semua pengerjaan kontruksi ini akan selesai pada 2022. Dan dapat dioperasikan pada Desember di tahun yang sama,” tambahnya. 

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

Foto: BJB Analyst Meeting Q3 2021

Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:37 WIB

bank bjb Resmikan Kantor bjb Sekuritas di Kota Bandung

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:09 WIB

Siapkah Anda untuk Ekonomi Perubahan Iklim?

Senin, 25 Oktober 2021 | 17:20 WIB

Solar Langka, DPR: Pertamina jangan Hanya Kejar Untung

Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:02 WIB

BPKD: Realisasi Pajak PBB-P2 Mencapai 58,44 Persen

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Prioritaskan Investasi Rebana dan Jabar Selatan

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:55 WIB

BJB Raih The Best Financial Performance Bank TFA 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:13 WIB
X