• Minggu, 24 Oktober 2021

Laba Bersih BJB Tumbuh 15,2 Persen

- Rabu, 28 April 2021 | 14:50 WIB
Foto: Syamsuddin Nasoetion
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Pada triwulan I 2021 ini, laju pertumbuhan BJB tetap positif. Mengawali tahun ini, laba bersih yang dibukukan mencapai Rp481 miliar atau tumbuh 15,2% (yoy).

Catatan kinclong PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) itu diraih masih dalam kondisi krisis global akibat pandemi Covid-19. Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan, pencapaian kinerja positif tersebut mencerminkan kekuatan kinerja perusahaan untuk terus berlanjut di masa pemulihan ekonomi. 

Dia menyebutkan, hal tersebut dapat terwujud karena konsistensi perseroan dalam menerapkan strategi bisnis telah teruji mampu melampaui berbagai kondisi krisis. Mulai dari krisis 1998, 2008, hingga pandemi Covid-19 sepanjang 2020. 

“Langkah-langkah untuk menopang laju pertumbuhan bisnis telah kami persiapkan sebagai modal untuk menghadapi berbagai situasi. Seluruh aktivitas bisnis yang kami jalani senantiasa selaras dengan semangat peningkatan kualitas pelayanan. Hal tersebut dilakukan guna mengoptimalisasi potensi pertumbuhan usaha disamping juga mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah hingga percepatan pemulihan ekonomi nasional,” kata Yuddy saat Analyst Meeting Triwulan I 2021 secara virtual di Menara BJB, Kota Bandung, Selasa (27/4/2021).

Menurutnya, pertumbuhan tersebut juga diikuti peningkatan nilai aset perseroan yang tumbuh sebesar 16,7% (yoy) atau sebesar Rp143,6 triliun. Pertumbuhan itu lebih baik dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional yang tumbuh 7,41% dan kelompok bank pembangunan daerah (BPD) yang tumbuh 9,60%.

Selain itu, kinerja yang baik juga tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), total kredit, hingga angka non-performing loan (NPL) yang senantiasa terjaga dengan baik. Kepercayaan besar masyarakat untuk menyimpan uang di BJB dan masih derasnya arus likuiditas perbankan turut mendorong pertumbuhan DPK. Pada triwulan I 2021, total DPK BJB tumbuh sebesar 17,9% yaitu sebesar Rp110,6 triliun. 

Pertumbuhan positif juga terjadi pada sektor kredit yang merupakan ujung tombak utama perseroan dalam mendongkrak pendapatan. Sektor kredit tumbuh sebesar10,3% atau sebesar Rp91,2 triliun. Kredit konsumer, UMKM, komersial, dan KPR menjadi penopang pertumbuhan kredit.

Sedangkan, rasio NPL atau kredit macet dan bermasalah juga berhasil ditekan pada kisaran 1,4%. Angka tersebut masih tercatat berada cukup jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang mencapai 3,17% dan kelompok BPD pada level 2,88%. Pertumbuhan DPK dan total kredit juga berada di atas rata-rata perbankan nasional dan kelompok BPD. 

Berdasarkan berbagai catatan positif tersebut, tak heran pada triwulan ini BJB mendapat penghargaan. Antara lain, The Best Indonesia GCG Award 2021 dari Economic Review, Excellent for the Financial Performance During September 2019-2020 dari Infobank Top BUMD Award 2021, dan penghargaan lainnya. (*)

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

Solar Langka, DPR: Pertamina jangan Hanya Kejar Untung

Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:02 WIB

BPKD: Realisasi Pajak PBB-P2 Mencapai 58,44 Persen

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Prioritaskan Investasi Rebana dan Jabar Selatan

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:55 WIB

BJB Raih The Best Financial Performance Bank TFA 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:13 WIB

DAMRI buka layanan rute baru Yogyakarta-Jakarta

Selasa, 19 Oktober 2021 | 23:00 WIB
X