• Minggu, 26 September 2021

Akademisi Sebut Simplifikasi Tarif Cukai Dapat Tingkatkan Penerimaan

- Jumat, 23 Juli 2021 | 08:00 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Jakarta - Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Vid Adrison mengatakan penyederhanaan atau simplifikasi struktur tarif cukai hasil tembakau dapat meningkatkan penerimaan negara.

"Simplifikasi tarif cukai akan mengurangi konsumsi tembakau dan meningkatkan penerimaan negara," kata Vid di Jakarta, Kamis.

Ia menilai sistem tarif cukai hasil tembakau yang masih kompleks menjadi alasan pengenaan cukai menjadi tidak optimal dan penerimaan negara tidak maksimal.

Sistem cukai yang kompleks, lanjut dia, juga menyebabkan adanya praktik tax avoidance atau penghindaran pajak yang bersifat legal karena ada celah hukum yang dimanfaatkan.

Untuk itu, ia merekomendasikan adanya simplifikasi tarif cukai tembakau secara jelas dan konsisten mengingat peta jalan penyederhanaan yang sebelumnya telah dicanangkan Pemerintah akhirnya dibatalkan.

Saat ini, pengenaan tarif cukai hasil tembakau dari satu jenis rokok masih tergantung pada empat komponen, yaitu golongan produksi, teknik produksi, jenis rokok, dan harga.

Sementara itu, Program Manager dari LSM The Prakarsa Herni Ramdlaningrum menyatakan penyederhanaan struktur tarif cukai tembakau merupakan salah satu langkah tepat untuk pengendalian konsumsi tembakau.

Menurut dia, simplifikasi tarif tersebut akan membuat perbedaan harga rokok di pasaran menjadi berkurang sehingga peredaran rokok murah dapat ditekan.

"Menyederhanakan tarif itu menyederhanakan ketersediaan harga agar tidak terlalu banyak bagi konsumen," kata Herni.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Kolaborasi BI Jabar Sokong UMKM

Jumat, 24 September 2021 | 13:44 WIB

Foto: Peluncuran All New Honda BR V

Kamis, 23 September 2021 | 17:44 WIB

Foto: Puncak Karya Kreatif Indonesia Jawa Barat

Kamis, 23 September 2021 | 17:35 WIB

Rumah Zakat Tebar Gerobak untuk Pelaku UMKM Terdampak

Rabu, 22 September 2021 | 14:17 WIB

BI Jabar Pacu Produktivitas Padi Organik

Selasa, 21 September 2021 | 15:41 WIB
X