• Senin, 27 September 2021

Indef Ingatkan Pentingnya Realokasi Anggaran untuk Penguatan Dana PEN

- Senin, 26 Juli 2021 | 18:00 WIB
Direktur Eksekutif Institute of Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad. (antara)
Direktur Eksekutif Institute of Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad. (antara)

INILAH, Jakarta - Direktur Eksekutif Institute of Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengingatkan pentingnya realokasi anggaran untuk penguatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menurut dia, realokasi tersebut bisa berasal dari anggaran PEN maupun anggaran rutin kementerian dan lembaga untuk program yang belum akan dijalankan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Kalau misalnya memang tidak ada sumber lain, baru terpaksa tambah defisit. Tapi saya kira itu pilihan terakhir," kata Tauhid kepada Antara di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan anggaran PEN yang kemungkinan akan sulit terealisasi di tengah PPKM, seperti insentif untuk pelaku usaha, bisa direalokasi untuk perlindungan sosial dan bantuan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Begitu pula, anggaran untuk kegiatan pemerintah pusat dan daerah yang belum bisa segera terealisasi, seperti dana untuk perjalanan dinas, yang juga memungkinkan untuk direalokasi.

"Banyak anggaran kementerian dan lembaga, yang karena PPKM dan sebagainya seperti perjalanan dinas, dihentikan. Orang di daerah juga sulit melakukan kegiatan karena PPKM dan sebagainya, takut tertular," katanya.

Namun, tambah dia, yang lebih penting adalah pemerintah mesti memastikan dana PEN terserap maksimal karena pada 2020 anggaran PEN hanya terealisasi 83,4 persen.

Di sisi lain, Tauhid memperingatkan defisit anggaran yang berpotensi melebar ketika PEN terserap dengan baik . Pasalnya, pada saat yang sama pendapatan negara sedang tertahan oleh aktivitas ekonomi yang melambat terdampak PPKM.

"Risiko kalau serapan PEN normal, ada kemungkinan defisit sedikit melebar. Mungkin agak sulit ya 5,7 bisa, bisa sampai 6 (persen dari APBN) lagi, tapi ini berat, mungkin ini jalan terakhir,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Uang Kripto Bangkit Kembali dari Tindakan Keras China

Senin, 27 September 2021 | 08:36 WIB

Kolaborasi BI Jabar Sokong UMKM

Jumat, 24 September 2021 | 13:44 WIB

Foto: Peluncuran All New Honda BR V

Kamis, 23 September 2021 | 17:44 WIB

Foto: Puncak Karya Kreatif Indonesia Jawa Barat

Kamis, 23 September 2021 | 17:35 WIB

Rumah Zakat Tebar Gerobak untuk Pelaku UMKM Terdampak

Rabu, 22 September 2021 | 14:17 WIB
X