• Minggu, 26 September 2021

Sinkronisasi Desain Konektivitas Jalan Tol Bandara YIA Disepakati

- Rabu, 28 Juli 2021 | 19:00 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Jakarta - Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menyampaikan sinkronisasi desain konektivitas jalan tol yang akan terhubung dengan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo (YIA), yaitu Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo dengan Jalan Akses Tol menuju YIA dan Jalan Akses Tol menuju Akses YIA-Borobudur (Kawasan Bedah Menoreh) telah disepakati.

Kesepakatan tersebut dicapai oleh PT Angkasa Pura I (Persero) bersama dengan Direktorat Jenderal Bina Marga, Sekretariat Daerah Istimewa Yogyakarta, Badan Pengatur Jalan Tol, dan PT Jogjasolo Marga Makmur.

"Angkasa Pura I senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan di bandaranya, salah satunya dengan penyediaan fasilitas dan peningkatan aksesibilitas menuju bandara. Dengan telah disepakatinya sinkronisasi desain konektivitas jalan tol yang terhubung langsung dengan Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA ini, maka para pemangku kepentingan dapat melakukan proses selanjutnya terkait pembangunan tol dan aksesibilitasnya sehingga akses tol dari dan menuju YIA ini dapat segera terwujud. Akses tol ini akan semakin memudahkan masyarakat untuk menjangkau YIA," kata Faik Fahmi dalam keterangannya, Rabu.

Adapun kesepakatan terkait sinkronisasi desain konektivitas tol yang akan terhubung dengan YIA tersebut mencakup rencana desain akses simpang susun YIA pada Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA dengan desain persimpangan tidak sebidang dari dan menuju YIA yang difasilitasi dengan lajur tersendiri dan menuju (exit) Jalan Akses YIA-Borobudur (Kawasan Bedah Menoreh), perincian penanganan simpang akses jalan tol, dan hal-hal lainnya.

Sebagai informasi, pada 17 Agustus 2021 mendatang, di YIA juga akan dioperasikan kereta api (KA) Bandara YIA yang akan menghubungkan YIA di Kulon Progo dengan Stasiun Tugu Yogyakarta, di mana KA Bandara YIA akan semakin melengkapi pilihan moda transportasi lanjutan yang kini telah ada di YIA, seperti shuttle bus, taksi bandara (taksi reguler dan taksi daring), bus DAMRI, kereta api dari stasiun terdekat (Stasiun Tugu), dan lainnya.

YIA memiliki luas terminal sebesar 219.000 meter persegi dan total luas area bandara mencapai 587 hektar. Dengan luasan ini menjadikan YIA sebagai salah satu bandara terbesar di Indonesia dengan kapasitas saat ini dapat menampung hingga 20 juta penumpang per tahun atau 11 kali lebih besar dari Bandara Adisutjipto yang hanya dapat menampung 1,6 juta penumpang per tahun. Pada kapasitas ultimate, YIA nantinya dapat menampung hingga 24 juta orang per tahun.

Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, kata Faik Fahmi, YIA dilengkapi dengan 96 konter check-in, 12 konter imigrasi di area keberangkatan, 8 konter imigrasi di area kedatangan, 74 eskalator, 41 lift, 38 travelator, 60 toilet, 13 nursery room, 45 mushola, 2 kids zone, 4 unit x-ray cabin di screening check point (SCP) 1, 16 unit x-ray cabin dan 16 unit walk through metal detector (WTMD) di terminal domestik, 7 unit x-ray cabin dan 7 unit WTMD di terminal internasional screening sheck point (SCP) 2, baggage handling system, dan hold baggage screening (HBS) level 4. Tersedia pula gedung parkir yang dapat menampung hingga 4.900 kendaraan roda dua, 1.230 kendaraan roda empat, dan lahan parkir nongedung yang dapat menampung 61 bus dan 402 kendaraan roda empat.

Untuk fasilitas sisi udara YIA memiliki kapasitas 17 parking stand yang dapat menampung 5 pesawat wide body dan 12 pesawat narrow body atau 22 parking stand untuk pesawat narrow body serta dilengkapi dengan 10 aviobridge dan terminal kargo dengan kapasitas 500 ton/hari. Runway bandara ini memiliki dimensi 3.250 m x 45 m dengan nilai PCN 93 F/C/X/T hingga dapat melayani pesawat terberat seperti Boeing B-777 dan pesawat terbesar seperti Airbus A380.

Ia menambahkan, YIA juga telah dilengkapi sistem terpadu peringatan dini potensi gempa dan tsunami, serta cuaca ekstrem. Sistem terpadu deteksi dini gempa dan tsunami ini menjadikan YIA sebagai bandara pertama yang memiliki mitigasi gempa dan tsunami.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Kolaborasi BI Jabar Sokong UMKM

Jumat, 24 September 2021 | 13:44 WIB

Foto: Peluncuran All New Honda BR V

Kamis, 23 September 2021 | 17:44 WIB

Foto: Puncak Karya Kreatif Indonesia Jawa Barat

Kamis, 23 September 2021 | 17:35 WIB

Rumah Zakat Tebar Gerobak untuk Pelaku UMKM Terdampak

Rabu, 22 September 2021 | 14:17 WIB

BI Jabar Pacu Produktivitas Padi Organik

Selasa, 21 September 2021 | 15:41 WIB
X