• Kamis, 16 September 2021

Satu Rintisan Unicorn Bakal Ramaikan Pasar Modal Indonesia

- Kamis, 29 Juli 2021 | 17:10 WIB
Foto: Antara
Foto: Antara

INILAH, Bandung - Dalam waktu dekat, salah satu unicorn startup segera melakukan initial public offering (IPO). Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Jabar Reza Sadat Shahmeini mengharapkan, unicorn yang mencatatkan sahamnya di BEI itu dapat meningkatkan iklim investasi di pasar modal Indonesia.

“Kabar akan adanya satu unicorn yang IPO itu pastinya akan mendorong minat investasi dari investor lokal dan asing,” kata Reza, Kamis (29/7/2021).

Menurutnya, pandemi Covid-19 membuat berbagai industri harus menerapkan berbagai macam strategi untuk bertahan, tidak terkecuali untuk perusahaan rintisan atau startup company. Bagi startup company, inovasi menjadi suatu hal penting bagi mereka tidak hanya untuk bertahan, namun juga untuk kepentingan ekspansi bisnis ke depan. 

Untuk mendukung hal tersebut, perusahaan startup melakukan penggalangan dana salah satunya melalui pasar modal yaitu dengan melakukan IPO. Penggalangan dana yang dilakukan oleh startup ini akan membentuk valuasi atau nilai dari perusahaan tersebut. Terdapat enam level valuasi startup dari yang terendah sampai tertinggi yakni cockroach, pony, centaur, unicorn, decacorn, dan hectacorn. 

Istilah yang paling umum kita dengar saat ini yakni unicorn dimana pada tingkata nitu startup memiliki valuasi lebih dari US$1 miliar. Kabarnya, salah satu startup yang berencana melakukan IPO dan mencatatkan sahamnya di BEI adalah startup yang kini valuasinya mencapai stage unicorn

“Perusahaan itu memiliki daya tarik tersendiri karena pemanfaatan teknologinya akan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis digital,” tambahnya. 

Dia menuturkan, perusahaan startup dengan valuasi unicorn ini juga memiliki karakteristik yang unik dibandingkan dengan perusahaan pada umumnya seperti tingkat pertumbuhannya yang sangat tinggi dan jumlah tahapan pendanaan yang dilakukan sebelum IPO cukup banyak, sehingga perlu cara tersendiri untuk melakukan valuasi atas saham tersebut. Tujuannya, agar para investor bisa memilih saham unicorn dengan tepat, memiliki prospek yang baik dan bisa memberikan nilai tambah di masa mendatang. 

Investor perlu memahami valuasi bisnis dari unicorn tersebut. Valuasi bisnis merupakan proses umum untuk menentukan nilai ekonomi dari keseluruhan bisnis atau unit perusahaan. Valuasi dapat digunakan untuk menentukan nilai wajar bisnis sesuai dengan risiko dan ekspektasi return dari investor.

Sebelum pada tahapan IPO itu, kata dia, unicorn telah melakukan banyak tahapan pendanaan lainnya. Untuk itu, investor pasar modal juga perlu mengetahui pre-money valuation, yaitu valuasi sebelum mendapatkan investasi dalam hal ini sebelum IPO, dan post-money valuation yaitu valuasi setelah mendapatkan investasi dalam hal ini valuasi ketika IPO. (*)

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

Dirut Jamkrida Jabar Raih Penghargaan BIA 2021

Kamis, 16 September 2021 | 11:13 WIB

Harga Emas Melemah di Perdagangan Asia, Ini Penyebabnya

Senin, 13 September 2021 | 09:50 WIB

Perdagangan Bitcoin Lesu, Ini Penyebabnya!

Kamis, 9 September 2021 | 08:45 WIB
X