• Jumat, 17 September 2021

PT Len Industri Kejar Mimpi LRT Jabodebek Tanpa Masinis

- Rabu, 15 September 2021 | 16:13 WIB

INILAHKORAN, Bandung - Target bidikan dipasang. Pada Agustus 2022 mendatang, LRT Jabodebek dapat beroperasi secara otomatis tanpa masinis di semua jalur utama. Empat bulan kemudian, moda transportasi itu seutuhnya beroperasi driverless.

Pembangunan dan pengembangan light rail transit (LRT) Jabodebek itu melibatkan empat perusahaan pelat merah. Keempat BUMN tersebut yakni PT Adhi Karya Tbk, PT Len Industri, PT Industri Kereta Api, dan PT Kereta Api Indonesia.

Direktur Strategi Bisnis & Portofolio PT Len Industri Linus Andor Mulana Sijabat mengatakan, pembangunan LRT Jabodebek bisa menjadi solusi mengurangi kemacetan. Proyek itu pun sekaligus membangun kemandirian teknologi dalam negeri, memberikan kemudahan akses jalan, dan ramah lingkungan.

Baca Juga: FedEx Kirimkan Bantuan Alat Kesehatan Kritikal Covid-19 ke Indonesia

Dia menuturkan, ke depan diharapkan dapat tercipta interkoneksi di Dukuh Atas, di mana akan berdekatan dengan LRT Jakarta, mass rapid transit (MRT), kereta bandara, stasiun kereta rel listrik (KRL) Dukuh Atas, dan Trans Jakarta.

LRT Jabodebek menggunakan teknologi CBTC-moving block yang menjadikannya sebagai LRT tanpa masinis atau driverless ketiga di Indonesia setelah Skytrain Bandara Soekarno Hatta dan MRT Jakarta (semi driverless). Sedangkan, kalayang milik PT AP II tersebut menggunakan teknologi sistem persinyalan SiLSafe 5000 milik PT Len Industri,” kata Linus, Selasa 14 September 2021.

Terkait persinyalan, LRT Jabodebek menggunakan train guard MT signalling system dari Siemens dan Len Industri yang melakukan pemasangan semua perangkat persinyalan, serta menyuplai produk dan perangkat seperti power supply system untuk persinyalan, sistem pengkabelan indoor dan outdoor persinyalan, perangkat emergency train stop, dan perangkat luar persinyalan lainnya.

Baca Juga: bank bjb dan Pemkab Sumedang Sepakati Pengembangan Kompetensi ASN melalui bjb University

Dalam sebuah moda urban transport seperti LRT, sistem persinyalan dibagi menjadi tiga bagian, yakni wayside signaling equipment (di sepanjang jalur), on board signalling equipment (di dalam kereta), dan indoor signaling equipment.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dirut Jamkrida Jabar Raih Penghargaan BIA 2021

Kamis, 16 September 2021 | 11:13 WIB

Harga Emas Melemah di Perdagangan Asia, Ini Penyebabnya

Senin, 13 September 2021 | 09:50 WIB
X