• Minggu, 24 Oktober 2021

Tren Pasar Timah Domestik Naik, KBI Bakal Terus Berinovasi Layanan Ekosistem Perdagangan

- Jumat, 17 September 2021 | 14:28 WIB

INILAHKORAN, Bandung - Pasar fisik timah dalam negeri yang mulai diperdagangkan di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) menunjukkan tren peningkatan signifikan. Hanya dalam enam bulan berjalan, nilai transaksinya mencapai Rp538 miliar.

Merespons hal itu, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Fajar Wibhiyadi mengatakan sebagai lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi pihaknya memastikan semua transaksi yang ada di pasar fisik timah dalam negeri sesuai dengan regulasi yang berlaku. Termasuk, kepastian penyelesaian hak dan kewajiban penjual dan pembeli, serta pelaporan transaksi.

“Adanya tata niaga perdagangan timah dalam negeri melalu bursa ini tentunya akan memberikan dampak positif baik bagi para pelaku industri maupun untuk negara. Hal ini dikarenakan dengan mekanisme ini, akan tercipta transparansi dan semua transaksi yang terjadi tercatat dan bisa dimonitor negara,” sebut Fajar, Jumat 17 September 2021.

Baca Juga: Tren Perdagangan Pasar Fisik Timah Meningkat, BBJ Catat Transaksi Mencapai Rp538 Miliar

Dia menuturkan, perdagangan timah dalam negeri pada prinsipnya sama dengan transaksi pasar fisik timah murni batangan. Perbedaannya hanya para pesertanya. Dalam pasar fisik timah murni batangan, pesertanya yakni buyer dari luar negeri untuk kebutuhan ekspor. Sedangkan, sesuai namanya dalam perdagangan timah dalam negeri itu buyer-nya berasal dari dalam negeri.

Adanya Perdagangan timah dalam negeri sejalan dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 53/2018 tentang perubahan kedua atas peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44/M-DAG/ PER/7/2014 tentang ketentuan ekspor timah.

Dalam peraturan tersebut, dinyatakan transaksi timah murni batangan wajib diperdagangkan di bursa.

Baca Juga: Inisiasi Tokopedia Nyam Dongkrak Omzet UMKM Lokal hingga 70 Persen

Terkait pasar fisik timah murni batangan telah berjalan di BBJ sejak 2019. Dalam perdagangan komoditas itu pun KBI berperan sebegai lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPKD: Realisasi Pajak PBB-P2 Mencapai 58,44 Persen

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Prioritaskan Investasi Rebana dan Jabar Selatan

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:55 WIB

BJB Raih The Best Financial Performance Bank TFA 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:13 WIB

DAMRI buka layanan rute baru Yogyakarta-Jakarta

Selasa, 19 Oktober 2021 | 23:00 WIB

BEI Bidik Investor Milenial

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:49 WIB

Inilah Peluang Bisnis Menarik Selama Pandemi Covid-19

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:30 WIB
X