Kopi Subang Ekspor ke Arab

Kabar menggembirakan datang dari Subang. Saat pandemi ini, kopi produksi Koperasi Gunung Luhur Berkah sukses melakukan ekspor perdana ke Ara

Kopi Subang Ekspor ke Arab

INILAHKORAN, Bandung - KABAR menggembirakan datang dari Subang. Saat pandemi ini, kopi produksi Koperasi Gunung Luhur Berkah sukses melakukan ekspor perdana ke Arab Saudi.

Teten Masduki menyaksikan sendiri proses pengiriman barang antarnegara tersebut. Di Kabupaten Subang, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) itu melepas ekspor perdana kopi Java Preanger Arabica Speciality produksi Koperasi Gunung Luhur Berkah dengan volume 18 ton senilai US$148 ribu atau setara Rp2,076 miliar.

“Ini menjadi bukti bahwa kualitas kopi Indonesia, khususnya yang memiliki indikasi geografis Java Preanger dari Jawa Barat, dapat memenuhi standar kualitas buyer di luar negeri,” kata Teten dikutip Antara, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Mitos atau Fakta, Minum Kopi Turunkan Risiko Terpapar Covid-19?

Menurutnya, ekspor kopi satu kontainer tersebut merupakan bagian dari total volume 150 ton senilai sekitar US$1 juta atau setara Rp14,2 miliar. Untuk ekspor selanjutnya akan dilakukan setiap bulan sebanyak satu kontainer. Dia menyebutkan, ekspor ini menjadi contoh konkret bahwa para petani kopi yang awalnya menanam secara sendiri-sendiri di lahan yang terbatas dan sempit, dapat dikonsolidasikan ke dalam wadah koperasi.

Dia menilai, koperasi itu mendorong para petani memiliki skala ekonomi dan dapat memenuhi permintaan para buyer. Pendekatan seperti itu memang direncanakan sebagai upaya strategis dalam mengembangkan korporatisasi petani melalui koperasi.

“Kita perlu dorong koperasi berperan sebagai konsolidator sekaligus agregator, yaitu di samping konsolidasi petani dan lahan, koperasi juga menjadi offtaker pertama yang membeli hasil panen, mengolah dan menjalin kemitraan usaha dengan buyer,” ujar Teten.

Baca Juga: Kopi Burangrang Selatan, Bintang Dunia yang Kini Meredup, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya

Sementara itu, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) meyakini desa devisa binaannya dapat melakukan ekspor berkelanjutan seiring dengan pendampingan dan pelatihan yang terus diberikan perseroan. Salah satu desa devisa binaan LPEI, Desa Devisa Kopi Subang melalui Koperasi Gunung Luhur Berkah yang menaungi petani di wilayah tersebut berhasil melakukan ekspor perdana sebanyak 18 ton kopi ke Arab Saudi.

Direktur Eksekutif LPEI D James Rompas menyebutkan, pihaknya sebagai special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan dalam peningkatan ekspor nasional juga memiliki mandat dalam pengembangan masyarakat dan penciptaan eksportir baru. Ekspor perdana Desa Devisa Subang tersebut berhasil dilakukan setelah sejumlah pendampingan dan pelatihan yang diberikan LPEI.

Menurutnya, peningkatan kapasitas petani yang mampu meningkatkan kualitas biji kopi diberikan kepada 208 petani di enam desa yaitu Cisalak, Nagrak, Cupunagara, Darmaga, Sukakerti, dan Pesanggrahan dengan kapasitas produksi mencapai lebih dari 100 ton biji kopi setiap tahun di atas kebun seluas 140 hektare. Program Desa Devisa merupakan program yang juga mengedepankan kolaborasi antar lembaga untuk menghasilkan terobosan inovatif yang meningkatkan ekspor Indonesia.

Baca Juga: BI Jabar Sokong Ekspor Kopi Produksi Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah Subang

Ketua Koperasi Gunung Luhur Berkah Miftahudin Shaf menyeebutkan, koperasinya merupakan Desa Devisa ketiga binaan LPEI secara keseluruhan akan melakukan pengiriman sejumlah 150 ton yang dilakukan secara bertahap.

“Kami sangat bahagia karena karena pada akhirnya kami berhasil melakukan ekspor perdana ke Arab Saudi. Berkat pelatihan dan pendampingan yang diberikan dan tentunya kerja keras para petani, kami dapat memenuhi permintaan dari Arab Saudi. Kami berharap ini hanya awal dari ekspor-ekspor yang berikutnya,” ujar Miftahudin.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar Herawanto bersyukur atas keberhasilan salah satu mitra yang telah turut berkontribusi dalam pemulihan ekonomi melalui ekspor komoditas unggulan. Ke depan, pihaknya melalui sinergi pentahelix berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan ekonomi daerah melalui pemberdayaan sektor rill dan klaster UMKM termasuk koperasi dan pondok pesantren.

Baca Juga: Info bagi Penikmat Kopi, Inilah Kopi Brusel yang Wajib Dicoba Kenikmatannya

Menurutnya, kopi merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam perekonomian sebagai sumber penghasil devisa. Indonesia dikenal sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Berdasarkan data World Top Export 2020, nilai ekspor kopi Indonesia tercatat sebesar USD 821juta, atau 2,6% terhadap total ekspor dunia. Dengan nilai tersebut, ekspor kopi Indonesia menempati peringkat 10 Dunia. Dilihat dari daerah produksi di Indonesia, Jabar merupakan produsen kopi ke-9 terbesar. (ant/dnr)


Editor : inilahkoran