• Minggu, 24 Oktober 2021

BI Jabar Pacu Produktivitas Padi Organik

- Selasa, 21 September 2021 | 15:41 WIB

INILAHKORAN, Bandung - Petani yang tergabung dalam Kelompok Sri Makmur III dan Kelompok Cinta Tani di Kabupaten Indramayu panen padi. Istimewanya, komoditas yang dituai itu merupakan padi organik.

Mereka termasuk dua klaster mitra Bank Indonesia (BI) Jabar yang memasuki masa panen. Sebelumnya, lembaga bank sentral itu memberikan pendampingan secara komprehensif. Mulai dari pemberian teori, praktik olah lahan sawah, diskusi, hingga melengkapi materi dengan berbagai peraga dan sampel produk.

“Setelah 120 hari sejak penanaman, kedua klaster ini memasuki masa panen hari ini. Sebelum panen, kita terlibat langsung dalam kegiatan monitoring secara berkala pada setiap fase pertumbuhan padi, mulai dari fase vegetatif, generative, hingga memasuki fase panen,” kata Kepala Perwakilan BI Jabar Herawanto, Senin 20 September 2021.

Baca Juga: BI Jabar Sokong Ekspor Kopi Produksi Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah Subang

Menurutnya, berbagai upaya pelatihan, pengawasan, dan pemberian bantuan tersebut bertujuan agar para klaster mitra dapat meningkatkan produktivitasnya. Selain itu, bimbingan yang diberikan itu pun bisa menekan biaya produksi hingga 40-70%, menghasilkan multiplier effect, dan menciptakan konservasi tanah dan air sehingga terbentuk pertanian yang berkelanjutan. Terpenting, metode pertanian yang dilakoni itu bisa memitigasi perubahan iklim global seperti kekeringan, badai, banjir, dan lain sebagainya yang dapat mengancam keberlangsungan lahan pertanian.

Di lahan klaster pangan itu, para petani mengimplementasikan integrated ecofarming berbasis microbakter alfaafa (MA-11). Mitra BI Jabar itu mewujudkan aktivitas pertanian yang mendukung penyelematan lingkungan dan peningkatan produktivitas lahan secara berkelanjutan sebagai substitusi atas pola pertanian berbasis kimia yang cenderung berbiaya tinggi dan dalam jangka panjang menurunkan kualitas tanah.

Baca Juga: OJK dan BI Jabar Berikan Bantuan 10 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 untuk Pelaku Usaha dan Warga Garut

Secara pasar, dia menyakini produk padi organik yang dihasilkan itu memiliki potensi relatif besar. Permintaan domestik maupun global akan produk organik semakin meningkat sejalan dengan peningkatan tren gaya hidup sehat dan back to nature di tengah masyarakat.

“Tren ini semakin terakselerasi akibat pandemi Covid-19 yang membuat orang semakin peduli tentang asupan makanan yang dikonsumsi. Kondisi ini diharapkan dapat menjadi momentum dan peluang bagi seluruh pelaku pertanian, khususnya klaster mitra BI untuk dapat terus meningkatkan produktivitasnya,” ujarnya.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPKD: Realisasi Pajak PBB-P2 Mencapai 58,44 Persen

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Prioritaskan Investasi Rebana dan Jabar Selatan

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:55 WIB

BJB Raih The Best Financial Performance Bank TFA 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:13 WIB

DAMRI buka layanan rute baru Yogyakarta-Jakarta

Selasa, 19 Oktober 2021 | 23:00 WIB

BEI Bidik Investor Milenial

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:49 WIB

Inilah Peluang Bisnis Menarik Selama Pandemi Covid-19

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:30 WIB
X