• Selasa, 30 November 2021

Jelang West Java Investment Summit 2021, BI Jabar: Investasi Pulihkan Ekonomi

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 14:25 WIB
Suasana proyek konstruksi jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Tegalluar, Kabupaten Bandung, Senin 11 Oktober 2021.  (syamsuddin nasoetion)
Suasana proyek konstruksi jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Tegalluar, Kabupaten Bandung, Senin 11 Oktober 2021. (syamsuddin nasoetion)

INILAHKORAN, Bandung - Realisasi investasi di Jabar terus digenjot hingga paruh kedua 2021 ini. Dengan kolaborasi apik berbagai stakeholders, BI Jabar menilai asa memulihkan ekonomi daerah ini bukanlah mimpi di siang bolong.

Kepala Bank Indonesia (BI) Jabar Herawanto mengatakan, pada semester I 2021 realisasi investasi di provinsi penyangga ibu kota ini tertinggi secara nasional mencapai Rp72,50 triliun. Investasi itu bersumber dari penanaman modal asing (PMA) 61,06% dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) 38,94%.

Menurutnya, mayoritas investasi dikucurkan untuk sektor perumahan dan kawasan industri, industri otomotif, transportasi, serta konstruksi. Khusus untuk PMA, negara asal investor cukup beragam antara lain berasal dari Korea Selatan, Jepang, Cina, Belanda, dan Singapura.

“Masih tingginya realisasi investasi Jabar di tengah pandemi didukung setidaknya oleh tiga hal. Yaitu infrastruktur yang memadai, SDM (sumber daya manusia) yang mumpuni, serta dukungan pemerintaham daerah seperti kemudahan perizinan dan promosi investasi salah satunya melalui kegiatan West Java Investment Summit (WJIS) 2021,” kata Herawanto, Senin 18 Oktober 2021.

Baca Juga: Ekspor dan Investasi Unggul, Jabar Masih Punya Banyak Tantangan

Dia menuturkan, berdasarkan data produk domestik regional bruto (PDRB) investasi memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Jabar sebesar 24,88%. Catatan itu komponen kedua yang memberikan sumbangan terbesar setelah konsumsi. Hal itu diakuinya mengindikasikan peningkatan investasi memberi daya dorong yang kuat bagi akselerasi pemulihan ekonomi Jabar .

Pada 2020, incremental capital output ratio (ICOR) Jabar tercatat pada kisaran 4%. Rasio itu jauh lebih baik dibandingkan dengan ICOR nasional sebesar 6,8%. Hal ini didukung ketersediaan dan kualitas infrastruktur di Jabar yang relatif lebih baik dibandingkan berbagai provinsi lain di Indonesia.

Herawanto menegaskan, infrastruktur masih menjadi daya tarik investor untuk menanamkan modal di Jabar. Antara lain kawasan industri, jalan tol, jalur kereta api, bandara, dan pelabuhan yang terus dikembangkan, serta dukungan kebijakan dan berbagai insentif yang memberikan kemudahan bagi investor.

Baca Juga: BI: Investasi Dorong Pemulihan Ekononi Jabar

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penerima Kartu Prakerja di Jabar Capai 1,5 Juta Orang

Senin, 29 November 2021 | 13:04 WIB

2022, BI Jabar Yakini Ekonomi Bangkit

Kamis, 25 November 2021 | 13:56 WIB

Foto: Gelaran 2021 West Java Annual Meeting

Rabu, 24 November 2021 | 17:22 WIB

Foto: West Java Annual Meeting 2021

Senin, 22 November 2021 | 17:56 WIB

Frisian Flag Indonesia Dongkrak Produktivitas Susu

Jumat, 19 November 2021 | 14:07 WIB
X