• Kamis, 20 Januari 2022

Adaptasi Digital Bangkitkan Asa UMKM Bertahan dan Tumbuh saat Pandemi

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 14:21 WIB
Warga berbelanja produk UMKM melalui laman Rumah Digital Indonesia di Bogor. (YULIUS SATRIA WIJAYA)
Warga berbelanja produk UMKM melalui laman Rumah Digital Indonesia di Bogor. (YULIUS SATRIA WIJAYA)

 

INILAHKORAN, Bandung - Pandemi Covid-19 membuat berbagai sektor perekonomian terimbas. Termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang harus menanggung akibatnya. Bahkan tidak sedikit yang kemudian gulung tikar.

Adalah Andrina Effendi salah satu pelaku UMKM lokal di Bandung yang ikut merasakan dampak pandemi ini.

“Sebelum pandemi, saya jual produk fesyen melalui toko offline. Dan, semua terhantam pandemi,” tutur Andrina, saat launching Festival Fashion Lokal Jawa Barat, beberapa waktu lalu

Alih-alih pasrah dengan keadaan, Andrina memutar otak supaya usahanya tetap survive di masa pandemi. Selain terus melakukan inovasi produk fesyen batik Nayara miliknya, Andrina lantas merubah strategi pemasaran. Ia lantas merambah pemasaran secara digital melalui salah satu platform market place ternama di Tanah Air.

Baca Juga: Bank Indonesia – Pemda Provinsi Jabar Jembatani Investor dengan UMKM

Hal serupa dilakukan Khairul Gani. Pemilik Gone Gani ini semakin intens memasarkan produk fesyen muslimnya melalui marketplace saat masa pandemi. Perubahan kebiasaan konsumen saat pandemi membuat keduanya menyikapinya dengan penyesuaian usaha.

Dipicu pandemi, konsumen mulai meninggalkan kebiasaan bertransaksi secara konvensional atau offline. Terlebih, masyarakat semakin akrab dengan teknologi digital yang bisa diakses melalui smartphone.

Lain halnya dengan Bimo Atiflu, salah seorang penggagas Ame Raincoat, yang sudah lebih dulu Go Digital dalam memasarkan produk jas hujannya itu.

Baca Juga: Setelah Tembus Pasar Nusantara, UMKM Aban Sudrajat Siap Go Global

“Awalnya, hanya menggunakan sosial media sebagai media memasarkan produk kami,” ungkap Bimo. Baru kemudian dalam beberapa waktu Bimo dan kawan-kawan mulai merambah marketplace.

Go Digital yang dilakukan ketiga entrepreneur asal Bandung itu telah membuahkan hasil. Bukan saja usaha mereka mampu bertahan, namun juga bangkit, dan terus tumbuh positif di tengah pandemi.

Pentingnya UMKM Go Digital ini diakui pakar digital Nur Islami Javad.

“Go digital memang penting dalam memasarkan produk UMKM. Mau memakai media sosial maupun platform market place, sama saja,” sebut Chief Digital E-Commerce Fintech Sharing Vision itu saat dihubungi INILAHKORAN, Rabu 20 Oktober 2021.

Baca Juga: West Java Investment Summit 2021 Dorong UMKM Terus Berkembang

Menurut pria yang akrab disapa Jeff ini, pemanfaatan sosial media atau market place sangat bergantung kepada target pasar yang dituju. Ditambahkan Jeff, dengan dukungan sistem yang kuat maka market place memang memiliki nilai lebih dibandingkan sosial media.

Alasannya, marketplace mampu menjangkau pasar yang lebih luas sehingga lebih efisien dan efektif. Marketplace ini cocok bagi pemula yang modalnya pas-pasan.

Berbagai program dari platform marketplace yang bisa diakses oleh penjual dan konsumen memang menjadi nilai tambah tersendiri. Program-program rutin seperti diskon maupun gratis ongkos kirim dikatakan Jeff memang menjadi daya tarik tersendiri bagi marketplace.

Tak hanya itu saja. Marketplace memiliki program-program pelatihan bagi penjual yang bergabung yang bisa dimanfaatkan untuk merancang strategi memasarkan produk-produk UMKM.

Baca Juga: Jabar - Jateng Kembangkan UMKM di Kota Lama

“Banyak teman-teman saya yang mulai usaha dengan modal terbatas langsung masuk marketplace. Ternyata lebih efisien dan efektif. Tapi kembali ke selera dan target pasar yang dituju. Yang pasti, antara sosial media dan marketplace sama-sama bagus,” tegas Jeff.

Marketplace sendiri terus berkomitmen mendukung UMKM di Indonesia.

“Kami selalu mengadakan program-program seperti gratis ongkos kirim maupun diskon, flash sale, sebagai komitmen bagi UMKM lokal untuk memasarkan produknya ke lebih dari 100 juta konsumen di hampir 99 persen kecamatan di seluruh Indonesia,” ujar Senior Lead Fashion Tokopedia Aldhy Darmayo.

Menurut Aldhy, Inisiative Hyperlocal yang digagas Tokopedia menjadi semacam panggung bagi UMKM lokal memasarkan produknya. Melalui Inisiative Hyperlocal tersebut, UMKM selaku produsen sekaligus penjual didekatkan dengan pembeli lokal sehingga diharapkan tumbuhnya perekonomian di daerah.

Baca Juga: Menkop UKM Teten Masduki Apresiasi Program Kota Masa Depan Sebagai Jembatan Kembangkan UMKM

Sementara bagi UMKM seller diadakan program Sekolah Kilat Seller (SKS). Yakni, kelas daring dengan mentor UMKM lainnya yang bertujuan mengembangkan bisnis online di Tokopedia.

“Pada prinsipnya, kami terus dorong UMKM berperan membangkitkan kembali perekonomian,” sebut Aldhy.

UMKM dikatakan Aldhy berkontribusi besar terhadap perekonomian mengingat lebih dari 60 persen PDB disokong dari sektor UMKM.

Secara terpisah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan digitalisasi merupakan salah satu upaya menjawab tantangan surutnya bisnis UMKM sebagai dampak pembatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat di masa pandemi Covid-19. Migrasi dari pasar konvensional ke platform digital seperti marketplace wajib dilakukan UMKM.

Baca Juga: Hey, Pelaku UMKM Bisa Berkarya dan Berinovasi Hanya Melalui Smartphone Ini

Menurut Ridwan Kamil saat ini digitalisasi UMKM, termasuk pelaku ekonomi kreatif di Jawa Barat telah dan terus dilakukan. Tak kurang 40 persen, sebut Ridwan Kamil, pelaku ekonomi kreatif di Jawa Barat telah menerapkan digitalisasi.

Perlunya UMKM Go Digital diungkapkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat Atalia Praratya Kamil. Potensi pasar digital ini disebutkan Atalia semakin besar seiring dengan adaptasi kebiasaan di masa pandemi ini.

“Dari yang biasa belanja secara konvensional, saat pandemi beradaptasi dengan belanja secara online. Adaptasi juga harus dilakukan UMKM supaya bisa survive,” tegas Atalia.

Potensi pasar itulah yang harus dimanfaatkan UMKM dengan cara Go Digital.

Pandemi Covid-19 memang telah memberikan banyak hikmah, termasuk bagi UMKM. Pandemi membuat digitalisasi bagi UMKM akselerasinya lebih cepat. Dan, terbukti dengan Go Digital UMKM mampu survive, bahkan terus bertumbuh dan sukses di masa pandemi ini.***(doni ramdhani)

Halaman:
1
2
3
4

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Investasi Emas Masih Menjanjikan di Tahun Ini

Rabu, 12 Januari 2022 | 16:18 WIB
X