• Selasa, 30 November 2021

Rey Tangkap Peluang Kebutuhan Telekonsultasi Kesehatan saat Pandemi Covid-19

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:20 WIB
CEO & co-Founder Rey Evan Tanotogono (istimewa)
CEO & co-Founder Rey Evan Tanotogono (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Seiring kemajuan teknologi, layanan kesehatan berupa konsultasi kini bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah. Rey sebagai start-up health insurtech berbasis aplikasi menangkap peluang tersebut.

Kondisi pandemi Covid-19 mendorong masyarakat memenuhi setiap kebutuhannya hanya melalui gawai yang dimiliki. Pembatasan mobilitas pun memaksa adanya adaptasi berupa perubahan perilaku dan kebiasaan masyarakat.

CEO & co-Founder Rey Evan Tanotogono mengatakan, meningkatnya kebutuhan Telekonsultasi merupakan cikal bakal hadirnya Rey. Perusahaan rintisan itu diakuinya sebagai alternatif solusi keterbatasan mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, aplikasi kesehatan yang diciptakannya mendapat respons positif. Tak sedikit masyarakat yang memanfaatkannya untuk berinteraksi dengan dokter saat pandemi. Kehadiran fitur Telekonsultasi mempermudah pasien mengakses layanan kesehatan dan tidak lagi khawatir akan risiko penularan Covid-19.

Baca Juga: IDI: Teknologi Kesehatan Bisa Bantu Pandemi Menjadi Endemi

Dia mengakui, peranan dokter dalam aplikasi layanan kesehatan Rey hadir untuk membantu masyarakat agar dapat bisa menjangkau layanan kesehatan yang berkualitas.

“Kami menawarkan asuransi jiwa dan kesehatan dalam program membership berbasis langganan (subscription). Para member dapat menikmati ekosistem layanan kesehatan dalam bentuk digital. Misalnya, melakukan pemeriksaan gejala mandiri, Telekonsultasi dengan dokter, dan mendapatkan obat sesuai resep dokter," kata Evan, belum lama ini.

Dia menuturkan, nantinya obat tersebut akan diantar sampai ke rumah. Semua layanan diberikan gratis karena biaya ditanggung Rey sesuai paket manfaat yang telah dipilih pengguna.

"Preminya dirancang terjangkau dan lebih murah dari berlangganan film atau musik online karena member hanya mengeluarkan dana sebesar Rp69 ribu per bulan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penerima Kartu Prakerja di Jabar Capai 1,5 Juta Orang

Senin, 29 November 2021 | 13:04 WIB

2022, BI Jabar Yakini Ekonomi Bangkit

Kamis, 25 November 2021 | 13:56 WIB

Foto: Gelaran 2021 West Java Annual Meeting

Rabu, 24 November 2021 | 17:22 WIB

Foto: West Java Annual Meeting 2021

Senin, 22 November 2021 | 17:56 WIB

Frisian Flag Indonesia Dongkrak Produktivitas Susu

Jumat, 19 November 2021 | 14:07 WIB
X