• Minggu, 5 Desember 2021

Triwulan III 2021, Laba Bersih BJB Tumbuh 17,5 Persen

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 14:57 WIB
Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi (syamsuddin nasoetion)
Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi (syamsuddin nasoetion)

INILAHKORAN, Bandung - Hingga triwulan III 2021, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) terus tumbuh positif. Laba bersih yang dibukukan perseroan mencapai Rp1,4 triliun.

Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan, pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan sepanjang 2021 ini membuktikan BJB sanggup mempertahankan kinerja positif di tahun kedua pandemi Covid-19.

Menurutnya, fakta itu pun menunjukkan perusahaan relatif adaptif dan agile menghadapi berbagai perubahan dan tantangan. Kelenturan dan adaptabilitas perseroan ini tidak terlepas dari kecakapan pengelola dalam menerjemahkan prinsip tata kelola yang baik dan visi pertumbuhan berkelanjutan melalui langkah strategis yang sesuai dengan kebutuhan ekspansi.

“Berdasarkan catatan resmi perseroan, BJB berhasil membubuhkan laba bersih Rp1,4 triliun atau tumbuh 17,5% (yoy). Total nilai aset yang dimiliki BJB pun tumbuh sebesar 7,9% (yoy) menjadi Rp159,3 triliun,” kata Yuddy Renaldi saat Analyst Meeting Triwulan III 2021 dan Public Expose BJB 2021, Selasa 26 Oktober 2021.

Baca Juga: Foto: BJB Analyst Meeting Q3 2021

Yuddy Renaldi menuturkan, kinerja positif perusahaan tersrbut merupakan bekal penting bagi BJB dalam menjaga ritme ekspansi yang terus melangkah maju. Di sisi lain, hal ini juga mencerminkan citra positif perusahaan yang senantiasa terjaga dengan baik seiring dengan semakin bertumbuh besarnya harapan publik terhadap BJB sebagai mitra usaha untuk berkembang dan bertumbuh bersama.

Di sektor kredit, yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan laba tumbuh 6,9% (yoy), berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional data per Juli 2021 yaitu sebesar 2,21%. Total, jumlah kredit yang disalurkan mencapai sebesar Rp95,1 triliun.

Tingkat risiko pun dapat terkelola dengan baik yang mencerminkan terjaganya kualitas penyaluran kredit perusahaan dengan rasio kredit macet (NPL) di angka 1,3%. Angka tersebut jauh dari angka rata-rata NPL bank nasional berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2021 yakni 3,35%.

Baca Juga: BJB Raih The Best Financial Performance Bank TFA 2021

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masih Mahal, Kendaraan Listrik Tagih Insentif

Jumat, 3 Desember 2021 | 15:09 WIB

Penerima Kartu Prakerja di Jabar Capai 1,5 Juta Orang

Senin, 29 November 2021 | 13:04 WIB
X