• Senin, 24 Januari 2022

Emas Konsolidasi di Sesi Asia Setelah Terangkat Lonjakan Inflasi AS

- Kamis, 11 November 2021 | 10:00 WIB
Harga emas turun pada hari Jumat (14/6/2019) karena penjualan ritel AS yang optimis agak meredakan kekhawatiran bahwa ekonomi melambat pada kuartal kedua.
Harga emas turun pada hari Jumat (14/6/2019) karena penjualan ritel AS yang optimis agak meredakan kekhawatiran bahwa ekonomi melambat pada kuartal kedua.

INILAHKORAN, Bandung-Harga emas datar di perdagangan Asia pada Kamis pagi, setelah lonjakan harga-harga konsumen AS mendorong logam kuning, yang dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, ke level tertinggi lima bulan di sesi sebelumnya.

Harga emas di pasar spot sedikit berubah menjadi diperdagangkan di 1.850,00 dolar AS per ounce pada pukul 01.00 GMT, setelah mencapai level tertinggi sejak 16 Juni pada Rabu (10/11/2021).

Harga emas berjangka AS menguat 0,2 persen menjadi diperdagangkan di1.852,00 dolar AS per ounce.

Harga-harga konsumen AS meningkat pada Oktober karena warga Amerika membayar lebih banyak untuk bensin dan makanan, yang menyebabkan ke kenaikan tahunan terbesar dalam 31 tahun, lebih banyak tanda bahwa inflasi dapat tetap tinggi hingga tahun 2022 di tengah rantai pasokan global yang kacau.

Baca Juga: Atlet Jabar Elvan Leonardi Raih Emas Pertama Cabang Renang Peparnas Papua

Emas sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap kenaikan tingkat harga-harga.

Dalam laporan lain pada Rabu (10/11/2021), Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan klaim pengangguran awal pekan lalu turun ke level terendah sejak pertengahan Maret 2020.

Presiden Federal Reserve (Fed) Bank San Francisco, Mary Daly pada Rabu (10/11/2021) mengatakan dia memperkirakan inflasi tinggi menjadi moderat setelah COVID-19 surut, dan mengulangi bahwa akan "sangat prematur" untuk menaikkan suku sekarang atau bahkan untuk mempercepat pengurangan pembelian obligasi Fed.

Baca Juga: Harga Emas Melemah di Perdagangan Asia, Ini Penyebabnya

Kebijakan moneter yang longgar untuk memacu pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi telah mendorong harga emas ke level tertinggi baru selama dua tahun terakhir, karena suku bunga mendekati nol mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Kenaikan emas terjadi meskipun dolar bertahan mendekati level tertinggi dalam lebih dari setahun. Dolar yang lebih kuat mengurangi daya tarik emas karena meningkatkan biaya pembelian emas untuk pembeli yang memegang mata uang lain.

Logam lainnya, harga perak di pasar spot naik 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 24,68 dolar AS per ounce. Platinum naik 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.068,00 dolar AS, sementara paladium naik 0,5 persen menjadi diperdagangkan di 2.031,70. dolar AS.***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X