BI Jabar Mulai Digitalisasi Pedagang Pasar Tradisional

BI Jabar menilai, digitalisasi saat ini memegang peranan strategis. Tantangan ekonomi era pandemi ini pelaku UMKM tertolong digitalisasi.

BI Jabar Mulai Digitalisasi Pedagang Pasar Tradisional
BI Jabar mulai mendigitalisai pedagang Pasar Atas Baru Cimahi.

INILAHKORAN, Bandung - Bank Indonesia (BI) Jabar menilai, digitalisasi saat ini memegang peranan strategis. Tantangan ekonomi di era pandemi sangat besar, dan daya tahan hidup dari pelaku bisnis termasuk UMKM banyak tertolong digitalisasi proses bisnis.

Kepala BI Jabar Herwanto mengatakan, pada masa pemulihan ekonomi ini digitalisasi menjadi kunci utama pembentukan daya saing. Tak hanya untuk bertahan, namun keberadaannya dibutuhkan untuk memenangkan pertarungan bisnis.

Menurutnya, melihat peran penting digitalisasi tersebut transformasi digital harus bersifat komprehensif yang menyentuh seluruh aspek kehidupan. Digitalisasi pun kudu diimplementasikan di berbagai ekosistem yang ada.

Baca Juga: Jelang West Java Investment Summit 2021, BI Jabar: Investasi Pulihkan Ekonomi

Salah satu ekosistem yang didorong untuk bertransformasi secara digital yakni ekosistem pasar tradisional yang merupakan sentra ekonomi kerakyatan. Untuk itu, sebagai tahap awal para pedagang di Pasar Atas Baru Cimahi akan memanfaatkan teknologi digital dalam perdagangan.

“Dari total sekitar lima ratusan pedagang di pasar ini, tercatat sebanyak 243 pedagang Pasar Atas Baru Cimahi menggunakan kanal pembayaran QRIS. Selain itu, ada 250 pedagang yang telah memanfaatkan sarana digital marketplace Pasar.id yang difasilitasi BRI,” kata Herawanto, Senin 15 November 2021.

Dia menuturkan, pola transformasi digital seperti yang dilaksanakan di Pasar Atas Baru Cimahi itu akan memberikan berbagai manfaat, baik bagi masyarakat, perbankan maupun pemerintah. Pemanfaatan teknologi digital dalam perdagangan jelas akan meningkatkan volume transaksi karena memiliki berbagai keunggulan yang dirasakan pedagang maupun konsumen.

Baca Juga: Burhanudin Abdullah: Digitalisasi Koperasi untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia

“Selain itu, nantinya pembayaran retribusi pasar oleh para pedagang juga tidak lagi dilakukan secara tunai karena saat ini telah diterapkan sistem e-retribusi yang difasilitasi BJB (PT Bank Perkreditan Rakyat Jawa Barat dan Banten Tbk). Di sisi lain, kehadiran dan optimasiliasi agent banking di pasar ini juga semakin memudahkan para pedagang dalam melakukan berbagai transaksi jasa perbankan,” jelasnya.

Pada tahap awal, digitalisasi dimulai dari pembayaran nontunai menggunakan kanal Quick Respond Code Indonesia Standard (QRIS) untuk transaksi perdagangan barang dan jasa serta pembayaran retribusi pasar secara online.

“Dalam waktu dekat, digitalisasi pedagang pasar tradisional ini akan berlanjut ke Pasar Wanayasa di Purwakarta. Implementasi program digitalisasi pasar tradisional di Jabar ini tidak terlepas dari peran dan kontribusi dari Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah,” sebutnya.

Baca Juga: Akselerasi Pemulihan Ekonomi Daerah, BI Jabar Genjot Digitalisasi Kota Depok

Sementara itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemeterian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan kegiatan iitu merupakan perwujudan sinergi antara program BI, dan program Pasar Rakyat Juara Jabar, dan program Digitalisasi Pasar Rakyat yang diinisiasi Kementerian Perdagangan.***(dnr)


Editor : inilahkoran