• Kamis, 9 Desember 2021

Apindo Jabar Dukung UMP 2022 yang Ditetapkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil

- Selasa, 23 November 2021 | 18:22 WIB
Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik mendukung keputusan UMP Jabar 2022.  (istimewa)
Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik mendukung keputusan UMP Jabar 2022. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Kalangan pengusaha Jabar mendukung keputusan terkait upah minimum provinsi (UMP) 2022. Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik mengajak semua pihak menaati peraturan.

Menurutnya, Gubernur Jabar Ridwal Kamil menetapkan besaran UMP itu memperhatikan rekomendasi Dewan Pengupahan Jabar Nomor 561./015/34/Depeprov tanggal 16 November 2021 tentang rekomendasi UMP Jabar 2022.

“Dengan keluarnya SK Gubernur Nomor 561/Kep.7.17-Kesra/2021 tentang UMP 2022, Apindo Jabar mendukung sepenuhnya keputusan itu,” kata Ning Wahyu Astutik, Selasa 23 November 2021.

Baca Juga: UMP 2022 Jabar Ditetapkan, Yuk Intip Segini Jumlahnya

Dia mengajak kepada para pengusaha dan pekerja untuk bersama-sama menaati peraturan yang diputuskan. Sebab, dia meyakini peraturan terkait UMP itu melibatkan para expert di bidangnya. Tentu, keputusan itu pun melalui evaluasi, analisis, dan pertimbangan yang mendalam sehingga merupakan keputusan terbaik.

Terkait adanya isu mogok besar-besaran, Ning Wahyu Astutik menilai demonstrasi itu merupakan hak yang dijamin konsitutusi. Meski demikian, dia mengharapkan para buruh bisa bersikap arif. Pasalnya, tak sedikit perusahaan yang menderita dan berusaha bertahan di tengah kesulitan pandemi.

“Janganlah membuat situasi memburuk kembali. Selain menyusahkan pengusaha, ujung-ujungnya juga merugikan buruh jika perusahaan tidak bertahan,” ujar Ning Wahyu Astutik.

Baca Juga: Alhamdulillah, Gubernur Ridwan Kamil Pastikan UMP 2022 Jabar Naik

Hal itu pun diakuinya berkaitan dengan jumlah pengangguran yang terhitung sekitar 2,5 juta di Jabar. Mereka justru menunggu investor masuk untuk membuka peluang kerja. Aksi mogok itu pun dikhawatirkan akan membuat investor ragu untuk berinvestasi.

“2,5 juta itu bisa jadi ada saudara kita di dalamnya, tetangga kita yang sangat butuh pekerjaan, orang - orang yang tidak memiliki uang untuk sandang pangan, atau menyekolahkan anaknya. Mari kita bantu juga mereka untuk mendapatkan pekerjaan, dengan menjaga kondusivitas dunia usaha sehingga investor tertarik untuk berinvestasi,” tutur Ning Wahyu Astutik. (dnr)

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KAI Amankan Aset di Jalan Jawa Kota Bandung

Rabu, 8 Desember 2021 | 15:16 WIB

Apindo Jabar Dukung Ridwan Kamil Tetapkan UMK 2022

Minggu, 5 Desember 2021 | 16:11 WIB

Masih Mahal, Kendaraan Listrik Tagih Insentif

Jumat, 3 Desember 2021 | 15:09 WIB
X