• Sabtu, 4 Desember 2021

2022, BI Jabar Yakini Ekonomi Bangkit

- Kamis, 25 November 2021 | 13:56 WIB
Kepala BI Jabar Herawanto (kanan) optimistis ekonomi Jabar akan tumbuh positif hingga akhir 2021 ini. Dia memproyeksikan laju perekonomian itu akan lebih meningkat pada 2022 mendatang. (Syamsuddin Nasoetion)
Kepala BI Jabar Herawanto (kanan) optimistis ekonomi Jabar akan tumbuh positif hingga akhir 2021 ini. Dia memproyeksikan laju perekonomian itu akan lebih meningkat pada 2022 mendatang. (Syamsuddin Nasoetion)

INILAHKORAN, Bandung - Pada 2022 mendatang, BI Jabar meyakini pertumbuhan ekonomi bakal kembali bangkit. Optimisme itu akan direalisasikan dengan sembilan rekomendasi kebijakan.

Berdasarkan data BPS, ekonomi Jabar pada triwulan II 2021 melejit di angka 6,13% (yoy). Namun, pada triwulan III 2021 pertumbuhan sempat melambat hanya sebesar 3,43% (yoy).

Meski demikian, Kepala Bank Indonesia (BI) Jabar Herawanto mengatakan perekonomian Jabar akan tumbuh positif hingga akhir 2021 ini. Dia memproyeksikan laju perekonomian itu akan lebih meningkat pada 2022 mendatang.

Baca Juga: BI Jabar Mulai Digitalisasi Pedagang Pasar Tradisional

Menurutnya, guna mengakselerasi pemulihan ekonomi Jabar pada 2022 pihaknya meluncurkan sembilan rekomendasi kebijakan. Antara lain, mempertahankan dynamic balancing, stimulus pendorong konsumsi, kelancaran transmisi konsumsi masyarakat menengah atas, digitalisasi end-to-end proses bisnis, mendorong peningkatan ekspor memanfaatkan momentum perbaikan ekonomi global, memperkuat industri melalui SDM dan local value chain, sinergi strategi pemulihan ekonomi dan pengendalian inflasi melalui rajutan digitalisasi ekonomi, menggali sumber pembiayaan ekonomi secara kreatif, serta evaluasi dan monitoring realisasi investasi secara kolaboratif.

“Dari sembilan rekomendasi itu jika diperas hasilnya berupa optimisme mendorong sektor utama itu mutlak harus dilakukan. Selain memberikan daya dorong dan daya beli masyarakat, digitalisasi ekonomi dan mengedepankan green economy harus segera dilakukan,” kata Herawanto saat West Java Annual Meeting 2021 di Bandung, Rabu 24 November 2021.

Dia menuturkan, optimisme itu dapat tercapai jika Jabar mampu memanfaatkan momentum perbaikan ekonomi global ini untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi. Untuk itu, strategi dynamic balancing perlu diberlakukan secara konsisten agar mendorong permintaan domestik dan menggairahkan sektor produksi.

Baca Juga: Jelang West Java Investment Summit 2021, BI Jabar: Investasi Pulihkan Ekonomi

Herawanto pun menyebutkan, investasi merupakan salah satu kunci utama mendorong akselerasi pemulihan ekonomi. Hal itu seiring dengan sinergitas berbagai pihak untuk mengawal, memonitor, dan mengevaluasi realisasi dan menyelesaikan berbagai hambatannya.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masih Mahal, Kendaraan Listrik Tagih Insentif

Jumat, 3 Desember 2021 | 15:09 WIB

Penerima Kartu Prakerja di Jabar Capai 1,5 Juta Orang

Senin, 29 November 2021 | 13:04 WIB
X