• Rabu, 26 Januari 2022

Penerima Kartu Prakerja di Jabar Capai 1,5 Juta Orang

- Senin, 29 November 2021 | 13:04 WIB
Acara temu Alumni Program Kartu Prakerja di Kampung Sumber Alam, Garut, akhir pekan lalu. (Istimewa)
Acara temu Alumni Program Kartu Prakerja di Kampung Sumber Alam, Garut, akhir pekan lalu. (Istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Salah satu peserta Program Kartu Prakerja dari Garut, Nenden Farida Ukus (42) menyampaikan terima kasih kepada pemerintah. Dengan adanya Program Kartu Prakerja, kini dia dapat memulai kembali usahanya.

Hal itu dikatakan Nenden saat mewakili empat alumni lain yang hadir dalam acara temu Alumni Program Kartu Prakerja di Kampung Sumber Alam, Garut, akhir pekan lalu.

“Mungkin sebagai perwakilan dari yang lain, terima kasih untuk Pak Airlangga, Menteri Perekonomian, atas programnya. Saya sangat terbantu dengan Prakerja dan perhatian dari Pak Menteri,” kata Nenden dalam rilis yang diterima.

Baca Juga: Kartu Prakerja Gelombang 22 Dibuka, Hanya Peserta Ini yang Bisa Daftar

Dia menuturkan, usai dua kali gagal akhirnya lolos Program Kartu Prakerja gelombang 21 dan masih akan mendapat insentif dua tahap lagi. Dengan diterimanya pada program tersebut, menimbulkan kembali rasa percaya dirinya setelah usahanya gulung tikar akibat pandemi.

Sebelumnya, Nenden membuka usaha toko kelontong. Namun karena situasi pandemi dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), usahanya di toko sepi pengunjung. Dia pun harus mengalihkan bisnisnya dengan berjualan secara daring. Berbekal latar belakang pendidikan tata boga dan pelatihan mengolah makanan sehat bagi juru masak dan insentif yang ia dapat dari Prakerja, Nenden pun berani mencoba untuk berjualan bolu dan kolak.

“Saya mendapat ilmu bagaimana mengolah makanan secara higienis dan kualitas gizi terjaga. Pemasaran usaha kulinernya saya lakukan secara daring melalui Facebook dan WhatsApp,” ujar Nenden.

Baca Juga: Bocoran Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 22, Ternyata Hanya untuk Peserta Ini

Hal senada disampaikan Wildan Abdul Ghani (35), petani kopi asal Sukawening, Garut. Wildan yang merupakan alumni gelombang keempat itu mengaku mendapat pengetahuan tantang digital marketing dari pelatihan yang diikuti.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X