Gerakkan Roda Perekonomian, Industri Butuh Keberpihakan

Dunia usaha kini mulai menggeliat. Namun, untuk menggerakkan roda perekonomian dibutuhkan kolaborasi dan sinergi dari seluruh elemen.

Gerakkan Roda Perekonomian, Industri Butuh Keberpihakan
Ketua Kadin Jabar Cucu Sutara mengatakan, untuk menggerakkan roda perekonomian dan bangkit dibutuhkan kolaborasi dan sinergi dari seluruh elemen, saat Mukota VIII Kadin Kota Bandung, Rabu 1 Desember 2021.

 

INILAHKORAN, Bandung - Dunia usaha kini mulai menggeliat. Namun, untuk menggerakkan roda perekonomian dan bangkit dibutuhkan kolaborasi dan sinergi dari seluruh elemen.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar meyakini, kerja sama semua pihak dibutuhkan untuk kembali menggerakkan roda perekonomian. Ketua Kadin Jabar Cucu Sutara mengatakan, hal utama yang dibutuhkan saat ini yakni keberpihakan dari para pengambil kebijakan.

“Kita semua tahu, pengusaha itu berkontribusi terhadap pajak, PAD (penerimaan asli daerah), penyerapan tenaga kerja, dan investasi. Untuk itu, agar roda perekonomian ini pulih, dunia usaha dan industri membutuhkan keberpihakan pada saat pandemi,” kata Cucu saat Musyawarah Kota (Mukota) VIII Kadin Kota Bandung, Rabu 1 Desember 2021.

Baca Juga: Gerakkan Roda Perekonomian, Yayasan PIT Ikuti Superwomen In PeaceMaker di Istanbul

Menurutnya, para pengambil keputusan di negeri ini diharapkan seiring sejalan dengan para pengusaha yang bertekad melakukan pemulihan ekonomi. Selama dua tahun terakhir, Cucu menyebutkan beberapa anggota mengaku usaha yang dijalani mulai membaik. Namun, tahap recovery relatif berat untuk menutupi kegiatan usaha yang ‘tiarap’ selama dua tahun ke belakang.

Dia menyebutkan, kini dunia usaha dihadapkan pada dua musuh bersama yakni pandemi dan bagaimana caranya membangkitkan ekonomi. Untuk itu, strategi yang kudu dilakukan saat ini yakni Kadin harus menciptakan dunia usaha lebih kondusif termasuk investasi dan perizinan. Kedua, menumbuhkembangkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing.

“Memang beban kita kembali bertambah dengan ditetapkannya PPKM level 3 yang dimulai pada 24 Desember hingga Januari nanti. Itu juga ada pengaruh negatifnya. Tapi, bagaimana pun kita wajib menaati kebijakan pemerintah yang sudah diputuskan,” ujar Cucu.

Baca Juga: Roda Perekonomian Kota Depok Bergerak Berkat Geliat Industri Kreatif

Di bagian lain, dia menghormati kebijakan relaksasi dan restrukturisasi sebagai stimulus yang diberikan berdasarkan Peratujan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 48/2020. Stimulus yang diberikan kepada pengusaha itu diperpanjang hingga 2023.

“Tapi, kita mengusulkan agar POJK itu disertai petunjuk pelaksana agar bisa dipahami. Jangan sampai relaksasi diberikan tapi kaki kita diikat. Tolong dong, karena kita menghadapi situasi darurat ada juga kebijakan darurat yang bisa memberikan balancing untuk dunia usaha bisa pulih, bangkit, dan juara,” jelasnya.

Sedangkan, Ketua Kadin Kabupaten Karawang Fadludin Damanhuri menyoroti terkait upar minimum kota/kabupaten (UMK) 2022 yang mendapat penolakan dari kalangan buruh. Dia mengaku sepakat dengan kebijakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang menetapkan UMK Karawang pada 2022 itu sama dengan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Jubir: Beli Produk Tetangga Gerakkan Roda Perekonomian

Terkait adanya penolakan dari buruh yang akan melakukan aksi mogok massal, dia mengakui hal itu wajar terjadi. Kalau pun aksi mogok massal itu akan dilakukan itu diakuinya hak buruh untuk memperjuangkan kesejahteraannya. Namun, dia menyebutkan sebaiknya pertimbangan realistis harus juga dipertimbangkan. Pasalnya, kondisi ekonomi negeri ini baru menggeliat pasca pandemi.

“Selain perlu menjaga iklim investasi di Karawang, dengan UMK tinggi itu dikhawatirkan akan menjadi beban bagi para pengusaha. Karena, untuk upah itu kita pun harus memperhatikan sektor industri UKM. Rasio industri UKM itu jumlahnya mendekati 70% dari sekitar 2.000 perusahaan di Karawang yang mayoritas industri manufaktur. Industri besar di Karawang hanya 2% saja,” ujar pria yang akrab disapa Fadel itu.

Baca Juga: Catat! Daftar Lengkap Kenaikan UMK di Jawa Barat Tahun 2022

Sementara itu, Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa optimistis ekonomi akan tumbuh lebih baik pada tahun-tahun mendatang. Syaratnya, kata dia, hanya satu yakni kekompakan dan soliditas para pengusaha untuk menhadapi tantangan sekaligus menggerakkan roda perekonomian secara bersama-sama.

“Untuk itu, kita akan membangun Kadin ini menjadi rumah kolaborasi dengan pendektaan pentahelix. Diharapkan, semua simpul usaha dan perekonomoian bergabung di Kadin. Saya yakin, dengan keunggulan SDM di Kota Bandung itu bisa menjadi trigger kebangkitan ekonomi negeri ini,” ucap Iwa yang kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kadin Kota Bandung 2021-2026. (dnr)


Editor : inilahkoran