• Minggu, 23 Januari 2022

Masih Mahal, Kendaraan Listrik Tagih Insentif

- Jumat, 3 Desember 2021 | 15:09 WIB
Ekosistem kendaraan listrik terus dibangun. Namun, harga kendaraan listrik masih relatif mahal. (istimewa)
Ekosistem kendaraan listrik terus dibangun. Namun, harga kendaraan listrik masih relatif mahal. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Ekosistem kendaraan listrik terus dibangun. Selain mengurangi emisi karbon, pemanfaatan kendaraan listrik juga diyakini menghemat devisa.

Sekretaris Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan, pembangunan ekosistem kendaraan listrik perlu didukung dengan kebijakan yang dapat mengurangi harga kendaraan listrik. Pasalnya, saat ini harga kendaraan listrik masih relatif mahal.

Padahal, dia menyebutkan negara lain telah menerapkan kebijakan subsidi untuk menekan harga kendaraan listrik. Political will itu dibutuhkan agar masyarakat bisa beralih menggunakan kendaraan listrik.

Baca Juga: Pemerintah Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

“Dimana pun juga, kendaraan listrik mendapat subsidi dari pemerintahnya. Di Tiongkok, kami dapat informasi dari kolega subsidinya sekitar US$15 ribu per unit, begitu juga di Korea Selatan,” kata Kukuh, Kamis 2 Desember 2021.

Menurutnya, saat ini harga yang dibanderol untuk kendaraan listrik itu relatif tinggi. Di Tanah Air, harga mobil listrik paling murah dibanderol Rp600 juta. Sedangkan, kebanyakan masyarakat daya belinya masih di kisaran di bawah Rp 250 jutaan.

“Jadi ada gap harga sekitar Rp300 jutaan antara harga kendaraan listrik dengan harga yang diminati masyarakat kita. Pemerintah juga harus bisa mencari solusinya,” ujar Kukuh.

Baca Juga: Regulasi Baru Pajak Kendaraan Listrik dan Hybrid

Sementara itu, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengungkapkan kendaraan listrik memiliki banyak keunggulan. Tak hanya ramah lingkungan karena minim emisi karbon, penggunaan kendaraan tersebut juga dapat membuat perekonomian lebih stabil. Pasalnya, listrik yang menjadi energi penggerak kendaraan tersebut berasal dari pembangkit yang energi primernya tersedia di dalam negeri.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X