Apindo Jabar Dukung Ridwan Kamil Tetapkan UMK 2022

Akhir November lalu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menetapkan UMK 2022. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar mendukung hal itu.

Apindo Jabar Dukung Ridwan Kamil Tetapkan UMK 2022
ilustrasi

INILAHKORAN, Bandung - Akhir November lalu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menetapkan UMK 2022. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar mendukung hal itu.

Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik mengatakan, para pengusaha di Jabar akan menjalankan amanat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.732-Kesra/2021 tanggal 30 November 2021 tentang UMK 2022 di Jabar.

Menurutnya, keputusan UMK 2022 yang mengimplementasikan UU Cipta Kerja itu memberikan kepastian dan visibilitas para pengusaha yang tergabung dalam Apindo Jabar. Keberadaan keputusan itu pun membantu pengusaha untuk membuat rencana bisnis pada tahun mendatang.

Baca Juga: Apindo Jabar Dukung UMP 2022 yang Ditetapkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil

"Kami sangat menghargai keputusan Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengimplementasikan UU Cipta Kerja di Jabar. Kami mendukung keputusan terkait UMK 2022 di Jabar," kata Ning, Minggu 5 Desember 2021.

Selain itu, Ning meyakini keputusan UMK 2022 itu pun memberikan rasa nyaman bagi investor. Pasalnya, para penanam modal itu akan lebih tenang untuk bertahan di Jabar dan terbantu untuk bisa menjaga persaingan yang kian sengit.

"Persaingan itu bukan hanya dengan negara lain. Sekarang juga persaingan pun tejadi dengan daerah lain," imbuhnya.

Baca Juga: Kembangkan Kawasan Industri Patimban, Erick Thohir Gandeng Apindo Jabar

Terbitnya keputusan UMK 2022 di Jabar itu pun diapresiasi para pengusaha Jabar.
Di antaranya, Direktur Corporate Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam yang menyebutkan UU Cipta Kerja itu relatif penting untuk menarik investasi.

Menurutnya, sikap proaktif itu dibutuhkan agar negeri ini tak hanya menjadi pasar produk-produk negara lain terutama Cina. Namun, sebaliknya jika industri dalam negeri berhasil membangun daya saing bisa menjadi tujuan relokasi industri dari Cina ke Indonesia.

"Untuk itu, Jabar bisa menjadi daerah tujuan relokasi industri. Jabar memiliki keunggulan karena infrastrukturnya lengkap mulai dari pelabuhan, bandara, dan kawasan industri," ujar Bob.

Baca Juga: Bidik Ekonomi Jabar Hebat, Apindo Jabar Siap Berinovasi dan Kolaborasi

Selain itu, pengusaha garmen di Sukabumi JS Choi juga merespos positif terhadap terbitnya keputusan UMK 2022 di Jabar yang sesuai UU Cipta Kerja. Upah tersebut diakuinya akan berlaku untuk karyawan dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

“Di perusahaan saya, upah itu akan disesuaikan dengan UMK 2022. Upah akan mengikuti struktur skala upah sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia," kata JS Choi.

Dia menuturkan, penerapan UMK 2022 sesuai UU Cipta Kerja itu juga akan membantu pengusaha untuk recovery pasca pandemi Covid-19. Dua tahun ke belakang, kata dia, pengusaha menghadapi kesulitan perputaran keuangan sebagai akibat kesulitan kontener beberapa waktu lalu. (dnr)


Editor : inilahkoran