• Selasa, 24 Mei 2022

XL Axiata Luncurkan Desa Digital Nusantara untuk Adaptasi Masyarakat dengan Ekonomi Digital

- Jumat, 17 Desember 2021 | 14:46 WIB
XL Axiata meluncurkan Desa Digital Nusantara sebagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap ekonomi digital. (istimewa)
XL Axiata meluncurkan Desa Digital Nusantara sebagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap ekonomi digital. (istimewa)

 

INILAHKORAN, Karawang - PT XL Axiata Tbk meluncurkan program anyar Desa Digital Nusantara. Program tersebut bertujuan mendorong pemberdayaan melalui adopsi teknologi digital ke seluruh eleman kehidupan desa.

Chief Corporate Affairs XL Axiata Marwan O Baasir menyebutkan, saat ini seiring kemajuan teknologi masyarakat dituntut masuk dalam ekosistem ekonomi digital. Desa Digital Nusantara diakuinya memfasilitasi masyarakat yang belum sepenuhnya siap, terutama di pedesaan.

"Melalui program Desa Digital Nusantara ini, kami berniat untuk lebih memaksimalkan lagi usaha-usaha pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan sarana digital agar mereka lebih siap masuk dan meraih manfaat dari ekonomi digital. Implementasi program ini sekaligus menjadi wujud dukungan XL Axiata kepada upaya pemerintah mengakselerasi adopsi digital oleh masyarakat hingga ke pelosok pedesaan," kata Marwan saat peluncuran di Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang, Kamis 16 Desember 2021.

Baca Juga: Komitmen bank bjb Wujudkan Kesejahteraan Desa Lewat Desa Digital 2.0

Menurutnya, Desa Digital Nusantara akan menjadi program berkelanjutan. Untuk itu, XL Axiata berkomitmen kuat untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan literasi digital di tingkat pedesaan seiring dengan pembangunan jaringan internet cepat 4G yang semakin luas. Degankata lain, program itu juga mencakup penguatan ekosistem digital hingga di pedesaan.

Marwan menuturkan, sasaran implementasi program Desa Digital Nusantara perdana yakni Desa Tanjung Pakis yang berlokasi di pesisir Utara Kabupaten Karawang. XL Axiata mendapatkan dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemprov Jabar, dan Pemkab Karawang. Selain itu, turut memberikan dukungan dua perusahaan teknologi terkemuka yaitu Google Indonesia dan Facebook Indonesia.

"Desa Tanjung Pakis ini menjadi pilihan atas pertimbangan desa ini memiliki potensi besar untuk maju di era digital, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Di sini ada potensi mulai perikanan, tambak, wisata, hingga UMKM. Komunitas penggerak ekonominya beragam dan aktif. Produk yang mereka hasilkan juga punya nilai jual tinggi," jelasnya.

Baca Juga: DPRD Jabar Dorong Pemprov Perbanyak Desa Digital

Selain itu, Marwan menambahkan, Desa Tanjung Pakis juga menjadi lokasi landing station sistem komunikasi kabel bawah laut (SKKL) Echo. SKKL ini dibangun secara bersama Facebook (Meta), Alphabet Google, dan XL Axiata.

Pada tahap awal, program Desa Digital Nusantara mencakup aktivitas bersifat edukasi untuk meningkatkan literasi digital warga, pembangunan fasilitas umum, instalasi sarana dan prasarana digital, hingga donasi.

Akvititas edukasi akan berupa Kelas Inkubasi Sisternet bagi warga perempuan pelaku UMKM. Ada enam sesi dengan sasaran peserta warga perempuan yang merupakan pelaku atau pengelola UKM. Melalui kelas ini, mereka akan mendapatkan pengetahuan dan bimbingan memanfaatkan solusi digital untuk meningkatkan pengelolaan bisnis, peningkatan produktivitas, hingga peningkatan pemasaran produk. Kelas ini akan dibimbing fasilitator sisternet yang sudah bersertifikat.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X