KCIC: Kontraktor Utama Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Pasang Bantalan Rel Beton

Di penghujung 2021 ini, KCIC merilis progres pembagunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Kini, kontraktor utama mulai memasang bantalan rel.

KCIC: Kontraktor Utama Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Pasang Bantalan Rel Beton
KCIC merilis, kontraktor utama Kereta Cepat Jakarta-Bandung mulai memasang bantalan rel beton.

INILAHOKORAN, Bandung - Di penghujung 2021 ini, KCIC merilis progres pembagunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Kini, salah satu kontraktor utama mulai memasang bantalan rel beton.

Presiden Direktur PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, pemasangan slab track atau bantalan rel beton pertama itu merupakan babak baru kemajuan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pemasangan tersebut dilakukan Sinohydro Bureau 8 Co Ltd.

Menurutnya, Ini merupakan langkah awal untuk pengerjaan track laying di sepanjang trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pemasangan slab track pertama ini akan dilakukan di DK32 arah Jakarta ke Bandung. KCIC menyebut, pemasangan slab track ini adalah salah satu pencapaian terbaik dari progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Baca Juga: KCIC: Stasiun Padalarang Bantu Integrasi Kereta Cepat dengan Pengguna

“Kabar baik dari salah satu main contractor kami Sinohydro Bureau 8 Co Ltd. Pemasangan slab track Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini salah satu milestone atau pencapaian besar bagi KCIC jelang penutupan tahun 2021,” kata Dwiyana, Kamis 30 Desember 2021.

Selanjutnya, pemasangan slab track Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan dibagi ke dalam tiga section. Section 1 yang akan dikerjakan oleh Sinohydro dimulai dari DK2+540 sampai DK4+425, Section 2 dari DK95+600 sampai DK99+470, dan section 3 dari DK97+365 sampai DK99+470. Kedua section terakhir akan dikerjakan konsorsium kontraktor Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Rencananya, seluruh section akan dikerjakan serentak sebagai upaya percepatan pembangunan sampai seluruh slab track tersambung.

“Pengerjaan slab track dibagi ke dalam tiga section yang dikerjakan secara serentak. Nantinya, slab track yang merupakan bagian dari ballastless track akan sambung menyambung dengan ballasted track hingga menjadi kesatuan trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung," terang Dwiyana.

Baca Juga: Stasiun Padalarang Tingkatkan Konekvitas Penumpang Kereta Cepat Menuju Kota Bandung

Untuk memenuhi seluruh kebutuhan lintasan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang membentang hingga 142,3 km ini, akan ada 15.390 bantalan rel berjenis ballastless track, yaitu sistem lintasan tanpa ballast atau batuan di sekitarnya.

Keunggulan slab track adalah memiliki stabilitas yang tinggi untuk memastikan standar kekuatan dan keamanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang berakselerasi hingga kecepatan 350 km/jam. Bantalan yang digunakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung diyakini mampu meneruskan beban dari atas secara merata.

Slab track juga tidak membutuhkan perawatan yang rumit seperti halnya bantalan rel konvensional sehingga upaya maintenance Kereta Cepat Jakarta-Bandung dapat berlangsung dengan lebih efektif dalam jangka panjang.

“Di sepanjang trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung, ada 15,390 bantalan rel berjenis ballastless track. Bantalan rel jenis ini dipilih karena memiliki kekuatan dan stabilitas yang tinggi. Jadi, Kereta Cepat Jakarta-Bandung dapat melintas di kecepatan tinggi dengan sangat aman dan nyaman,” jelas Dwiyana.

kBaca Juga: Rampung Sekitar 79 Persen, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2022

Seluruh bantalan rel yang diproduksi dengan teknologi canggih ini merupakan hasil dari transfer knowledge dan teknologi yang terjadi dari adanya kerja sama antarbangsa dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Pembuatan slab track ini awalnya dikerjakan main contractor Sinohydro, namun sekarang PT Wijaya Karya (WIKA) melalui WIKA Beton telah mengambil alih sepenuhnya pembuatan slab track yang pengerjaannya dilakukan di Slab Track Prefabrication Workshop di Dawuan, Purwakarta.

“Slab track Kereta Cepat Jakarta-Bandung saat ini diproduksi kontraktor dalam negeri, PT WIKA setelah sebelumnya pembuatan slab track dilakukan oleh Sinohydro. Ini merupakan hasil yang didapat dari adanya kerjasama antar bangsa selama pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Ada banyak transfer teknologi dan knowledge di dalamnya yang berdampak besar pada kemajuan konstruksi di Indonesia,” ujar Dwiyana.

Di saat bersamaan, KCIC juga sedang menyiapkan rel yang akan dipasang di atas slab track tersebut. Rel yang dipakai untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan batang rel berstandar UIC 60 atau R60 yang setiap batangnya memiliki panjang 50 meter.

Baca Juga: Adakah Utang Tersembunyi Dibalik Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung?

Saat ini, seluruh batang rel sedang dalam proses welding di Depo Tegalluar, Cileunyi, Jawa Barat, untuk disambung menjadi sepanjang 500 meter per batangnya. Tujuannya, untuk meminimalisir sambungan sehingga Kereta Cepat Jakarta-Bandung dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman.

“Kami juga sudah mendatangkan 11 ribu batang rel berstandar UIC 600 yang panjangnya 50 meter. Saat ini seluruh batang rel sedang dalam proses welding di Depo Tegalluar agar menjadi 500 meter. Dengan rel seperti ini, lintasan Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan minim sambungan sehingga menghasilkan lintasan yang nyaman dan aman untuk dilalui KCJB. Seluruh batang rel tersebut akan dipasang dalam waktu dekat seiring dengan selesainya pengerjaan konstruksi," ungkap Dwiyana.

Di sisi lain, saat ini KCIC sedang menyiapkan electric multiple unit (EMU) berteknologi canggih yang sentuhan akhirnya terinspirasi dari hewan endemik dari Indonesia, yaitu Komodo. EMU bertipe CR400AF ini ditopang dengan teknologi yang mampu memonitor ancaman bencana, mampu meredam getaran dan kebisingan, dan sudah menggunakan teknologi CTCS 3/GSM-R yang sudah terbukti mampu menunjang keselamatan oleh industri kereta api cepat dunia.

Baca Juga: Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak, Ichsanuddin Noorsy: Duitnya Mengalir ke Siapa?

Rencananya, KCIC akan menyiapkan 11 trainset untuk melayani penumpang yang ingin menikmati kecanggihan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Saat ini, rangkaian kereta cepat tersebut sedang dibangun di CRRC Sifang, Qingdao, provinsi Shandong, Tiongkok. Kereta yang sudah dibuat sejak Mei 2021 tersebut, direncanakan akan tiba di Indonesia pada Juni 2022.

Tak hanya itu, Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga sedang menyiapkan inspection train atau kereta ukur untuk kebutuhan ujicoba dan perawatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Kereta ukur dengan spesifikasi yang sama hebatnya dengan rangkaian CR400AF ini, dirancang agar dapat mendeteksi kondisi lintasan, pengukuran listrik aliran atas atau uverhead contact system (OCS), pengujian dan pemeriksaan jaringan komunikasi, sistem sinyal, serta dinamika dan integrasi rel-roda dalam kecepatan tinggi hingga 350 km/jam.

Lebih lanjut, dengan dimulainya pemasangan slab track ini, Dwiyana menyebut pihaknya semakin termotivasi untuk melakukan percepatan pembangunan untuk mewujudkan target operasi. Selain penyelesaian konstruksi, persiapan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga berproses secara paralel. Seperti mempersiapkan aturan kereta api cepat hingga SDM.

“Dengan dimulainya pengerjaan track laying, kami memiliki harapan besar target akan terpenuhi. Untuk itu kami akan fokus mengerjakan segala kekurangan dalam proyek ini dan melakukan beragam persiapan seperti  peraturan kereta api cepat dan SDM,” tegas Dwiyana. (*)


Editor : inilahkoran