• Selasa, 18 Januari 2022

Penjual Sayur Adaptasi Digital, Omzet Titin Bisa Mencapai Rp90 Juta per Bulan

- Jumat, 7 Januari 2022 | 14:56 WIB
Penjual sayur adaptasi digital, omzet Titin bisa mencapai Rp90 juta per bulan. (istimewa)
Penjual sayur adaptasi digital, omzet Titin bisa mencapai Rp90 juta per bulan. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Kini, zaman menuntut penjual sayur adaptasi digital. Kecanggihan teknologi digital terbukti meningkatkan pendapatan.

Kisah sukses itu tampak dari Titin Supartini. Pemilik Warung Abah di Surapati, Bandung berhasil meraup omzet hingga Rp90 juta per bulan berkat digitalisasi barang dagangannya. Itu merupakan salah satu bukti penjual sayur adaptasi digital.

Sebelum membuka toko sayur dan sembako, Titin dan suaminya sempat memiliki kantin di salah satu universitas di Bandung sejak 2014. Memiliki latar belakang sebagai seorang koki hotel, Titin dan suami fokus untuk menyediakan masakan enak dan murah untuk kalangan mahasiswa.

Sayang, saat pandemi menerpa negeri, kantin pun harus tutup karena tidak ada mahasiswa yang datang ke kampus. Titin pun memutuskan untuk membuka usaha sampingan di rumah dengan berjualan sayur mayur.

Baca Juga: Perkuat Digitalisasi Desa, Ridwan Kamil: Pertumbuhan Ekonomi Merata ke Pelosok Daerah

Awalnya, dia dan keluarga hanya fokus untuk berjualan secara offline dan melayani tetangga-tetangga di sekitar rumahnya. Dia mengaku saat itu tidak pernah membayangkan akan berjualan sayur di aplikasi. Namun, saat itu ada account manager dari Grab yang menawari untuk masuk ke layanan GrabMart yang baru.

“Sebulan pertama saya masih bingung dan kewalahan untuk melayani pesanan offline dan online di saat yang sama. Bahkan sempat terpikir untuk berhenti, tapi untung saja saya konsultasi dulu ke tim Grab yang menangani warung saya sebelum memutuskan berhenti,” tutur Titin, belum lama ini.

Berkat dukungan konsultasi dengan tim GrabMart, Titin akhirnya memberanikan diri untuk memperluas bisnisnya. Awalnya karena banyak pesanan dari online dan offline, banyak barang-barang di warungnya yang habis dan Titin pun tidak bisa melayani konsumennya dengan maksimal.

Baca Juga: Di Kota Bandung, Baru Lima Pasar Tradisional yang Terapkan Sistem Digitalisasi

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Investasi Emas Masih Menjanjikan di Tahun Ini

Rabu, 12 Januari 2022 | 16:18 WIB
X