BI Jabar Prediksi Ekonomi Jabar pada 2022 Bakal Tumbuh 5-5,8 Persen

Sepanjang 2022 ini, BI Jabar optimistis ekonomi Jabar bakal tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan pada 2021 yang terhitung sebesar 3,74% yoy.

BI Jabar Prediksi Ekonomi Jabar pada 2022 Bakal Tumbuh 5-5,8 Persen
Kepala BI Jabar Herawanto memprediksi ekonomi Jabar pada 2022 akan tumbuh pada kisaran 5-5,8% (yoy).

 

INILAHKORAN, Bandung - Sepanjang 2022 ini, BI Jabar optimistis ekonomi Jabar bakal tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan pada 2021 yang terhitung sebesar 3,74% (yoy).

Kepala BI Jabar Herawanto meyakini geliat perbaikan ekonomi pada awal 2022 tampak pada beberapa indikator dini. Mulai dari indeks keyakinan konsumen di Jabar sebesar 105,66 hingga prompt manufacturing index triwulan I 2022 sebesar 59,0.

“Dengan mobilitas masyarakat yang kini mulai meningkat, pertumbuhan ekonomi Jabar pada 2022 ini diperkirakan tumbuh pada kisaran 5-5,8% (yoy). Pertumbuhan itu terutama didukung perbaikan permintaan domestik dan masih besarnya potensi perbaikan kinerja ekspor dan investasi,” kata Herawanto saat diskusi bertajuk Perekonomian Jawa Barat 2021 dan Prospek 2022 di kantor BI Jabar, Selasa 8 Februari 2022.

Baca Juga: BI Jabar Dorong Komoditas Kopi Spesial Jabar Melalui Gelaran Cup of Excellence

Menurutnya, saat ini mesin pertumbuhan ekonomi Jabar dipastikan membutuhkan sumber dana dan pembiayaan yang akan meningkatkan kredit. Selain itu, optimalisasi perekonomian Jabar pada tahun ini pun ditopang kinerja infrastruktur seperti proyek jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai hub logistik.

Potensi perekonomian Jabar ke depan juga menunjukkan optimisme sejalan dengan didorongnya inklusivitas ekonomi dengan pembangunan Jabar Utara dan Jabar Selatan. Berkaitan dengan hal tersebut, peluang investasi masih terbuka lebar. Mulai dari proyek strategis nasional (PSN) seperti Pelabuhan Patimban, Bendungan Cipanas, hingga investasi swasta seperti pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan pengembangan industri kendaraan listrik.

Di sisi lain, masih tingginya peluang sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang semakin mengimplementasikan green economy yang sekaligus merupakan salah satu agenda penting pada G-20 2022.

Baca Juga: Gagas Green Economy, BI Jabar Tanam 500 Bibit Pohon di Kawawan Bandung Utara

Optimisme serupa diungkapkan Kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 2 Jabar Indarto Budiwitono. Menurutnya, pada 2022 ini pun kinerja industri jasa keuangan (IJK) diprediksi akan meningkat positif.

“Secara umum, pada 2022 ini OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan secara nasional pada kisaran 7,5±1 persen dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh di rentang 10±1 persen,” ujat Indarto.

Selain itu, OJK juga memperkirakan penghimpunan dana di pasar modal akan meningkat di kisaran Rp125-175 triliun. Sedangkan, piutang pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan juga akan tumbuh sekitar 12±1 persen. Aset perusahaan asuransi jiwa serta aset perusahaan asuransi umum dan reasuransi diperkirakan tumbuh 4,66 persen dan 3,14 persen. Sementara, pertumbuhan aset dana pensiun akan mencapai 6,47 persen.

Baca Juga: 2022, BI Jabar Yakini Ekonomi Bangkit

Untuk mencapai proyeksi tersebut, OJK menetapkan lima kebijakan prioritas di 2022 yang ditujukan untuk terus memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional serta terus meningkatkan edukasi dan perlindungan konsumen. Di antaranya, dengan memperkuat kebijakan transformasi digital di sektor Industri Jasa Keuangan.

Pada 2021 kemarin, stabilitas sistem keuangan Jabar berada dalam kondisi terjaga. Di sektor IJK, penghimpunan DPK masyarakat tumbuh sebesar 8,64% (yoy).

“Seiring pertumbuhan DPK itu penyaluran kredit atau pembiayaan juga tumbuh positif sebesar 6,17% (yoy). Berdasarkan hal itu, kami optimistis pada 2022 ini kinerja IJK di Jabar akan tetap tumbuh positif,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah perkembangan intermediasi keuangan tersebut risiko kredit perbankan di Jabar pun masih pada level yang manageable dan membaik dari periode sebelumnya. Indikatornya, rasio non-performing loan (NPL) gross Desember 2021 tercatat sebesar 3,51% (Desember 2020: 3,90%).

Baca Juga: BI Jabar Agresif Terapkan Protokol Kesehatan Pandemi Covid-19

Sementara itu, dari sisi fiskal Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jabar Kementerian Keuangan Dedi Supandi menyampaikan kinerja perekonomian Jabar pada 2021 didukung kinerja fiskal yang juga membaik. Sejalan dengan momentum pemulihan ekonomi, pada 2022 ini keijakan fiskal akan diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.

Secara nasional, BI bersama OJK dan Kementerian Keuangan melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) baik di pusat maupun daerah akan tetap memitigasi dan menjaga stabilitas makroekonomi di nasional dan regional. Termasuk, Jabar terutama dalam menghadapi tantangan perkembangan global guna mendukung akselerasi pemulihan ekonomi. (dnr)


Editor : inilahkoran