• Minggu, 26 Juni 2022

BI Jabar Dorong Penerapan LCS di Transaksi Ekspor dan Impor

- Rabu, 15 Juni 2022 | 13:35 WIB
Kepada para pelaku industri usaha, Kepala BI Jabar Herawanto (tengah) mendorong pemanfaatan LCS untuk transaksi antarnegara dan Perdagangan Internasional. (Syamsuddin Nasoetion)
Kepada para pelaku industri usaha, Kepala BI Jabar Herawanto (tengah) mendorong pemanfaatan LCS untuk transaksi antarnegara dan Perdagangan Internasional. (Syamsuddin Nasoetion)

INILAHKORAN, Bandung - LCS mendesak diimplementasikan dalam kegiatan ekspor dan impor. Dari Jabar, BI Jabar dan para otoritas mendorong penggunaan mata uang lokal untuk transaksi antarnegara.

Kepala BI Jabar Herawanto mengatakan, penerapan local currency settlement (LCS) merupakan fasilitas di mana transaksi Perdagangan Internasional dapat dilakukan menggunakan mata uang negara-negara yang terlibat perdagangan internasional tersebut.

“Pemanfaatan LCS itu akan menekan biaya transaksi yang saat ini masih tergantung pada dolar AS sebagai single international currency. Adanya cross rate currency itu sebenarnya meningkatkan biaya transaksi yang harus ditanggung pelaku perdagangan internasional,” kata Herawanto saat media briefing West Java Industrial Meeting (WJIM) 2022 di Bandung, Selasa 14 Juni 2022.

Baca Juga: Jelang Lawan Persebaya, Ini Keluhan yang Disampaikan Pemain Persib

Menurutnya, pada situasi ketidakpastian yang terjadi secara global ini ketergantungan terhadap single international currency itu relatif merugikan dunia usaha. Lantaran, cross rate currency yang meningkatkan biaya transaksi itu akan menambah risiko para pelaku usaha.

Sejauh ini, mayoritas importir dan eksportir membeli bahan baku dari Cina. Mereka menggunakan mata uang dolar AS sebagai penyelesaian transaksi. Adanya konversi cross rate currency itu meningkatkan biaya transasksi.

"Sederhananya, ongkos itu termakan cross rate currency karena ketergantungan pada dolar AS sebagai single international currency. Dalam hal ini LCS akan mengefisiensikan biaya transaksi yang sangat diperlukan dunia usaha,” ujarnya.

Baca Juga: Iko Uwais Batal Diperiksa, Polisi Lakukan Penjadwalan Ulang

Herawanto menuturkan, potensi pemanfaatan LCS itu masih relatif lebar. Pasalnya, hingga April 2022 ini total volume ekspor Jabar mencapai US$3,4 miliar. Sedangkan, di Jabar ini diakuinya baru terdapat 439 perusahaan dengan total transaksi US$912,15 ribu yang memanfaatkan LCS.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Kebutuhan Pokok Jelang Idul Adha Tahun 2022

Minggu, 26 Juni 2022 | 21:50 WIB
X