• Minggu, 26 Juni 2022

Axiata dan XL Axiata Rampungkan Akuisisi 66,03% Saham Link Net

- Kamis, 23 Juni 2022 | 21:07 WIB
Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan pihaknya senang dengan potensi dan kemungkinan yang muncul dari akuisisi bersama Axiata atas 66,03% saham Link Net. (istimewa)
Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan pihaknya senang dengan potensi dan kemungkinan yang muncul dari akuisisi bersama Axiata atas 66,03% saham Link Net. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Axiata dan XL Axiata hari ini menyelesaikan akuisisi bersama atas 66,03% saham Link Net dengan harga sekitar RM2,63 miliar.

Pertimbangan pembelian sebesar Rp4.800 per saham biasa di Link Net sekitar Rp8,72 triliun itu untuk gabungan keseluruhan saham Link Net2 sebesar 66,03%. Hal ini berarti senilai dengan sekitar Rp13,21 triliun untuk 100% saham di Link Net2.

Pasca penyelesaian akuisisi, Axiata Investments anak perusahaan yang secara tidak langsung dimiliki Axiata, dan XL Axiata memegang masing-masing sebesar 46,03% dan 20,00% dari gabungan keseluruhan saham Link Net2 sebesar 66,03% yang sebelumnya dimiliki Asia Link Dewa Pte Ltd dan PT First Media Tbk Total kepemilikan Axiata atas saham Link Net melalui AII dan XL Axiata setelah selesainya akuisisi ini adalah sebesar 58,33%.

Baca Juga: OTT di SMKN 5 Bandung, Kadisdik Jabar: Jangan Ada Yang Berani 'Main' di PPDB 2022

AII sekarang akan berkewajiban untuk melakukan penawaran tender wajib untuk membeli 33,97% saham Link Net yang tersisa sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Detail mengenai rencana MTO akan diumumkan pada waktunya. Rencana MTO diharapkan selesai pada kuartal ketiga tahun 2022.

Dengan akuisisi ini, Link Net dan XL Axiata akan berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan sinergi melalui kombinasi posisi bersama di dalam penyediaan layanan komunikasi tanpa kabel (wireless) dan layanan-layanan komunikasi lainnya, berbagi jaringan tulang punggung (backbone) dan transmisi, serta hubungan yang luas antara kedua pelanggan di Indonesia. Digabung dengan layanan korporasi milik XL Axiata termasuk koneksi seluler, Link Net akan lebih siap untuk memanfaatkan pasar korporasi yang sedang berkembang di Indonesia.

Berdasarkan riset pasar independen, Indonesia merupakan salah satu pasar layanan pita lebar berbasis kabel yang paling menarik secara global, dengan tingkat penetrasi di pasar rumah tangga yang masih sangat kecil yakni sekitar 13,4%.

Baca Juga: Pulihkan Ekonomi, Dinas Koperasi dan UMKM Kolaborasi Dengan Ekspedisi Swasta

Rata-rata penggunaan layanan data per koneksi di jaringan pita lebar berbasis kabel (fixed broadband) di Indonesia telah tumbuh dengan Tingkat Pertumbuhan Tahunan Gabungan (CAGR) meningkat sebesar 44,4% dari 2016 ke 2020 dan diperkirakan akan terus meningkat lagi sebesar 27,9% dari 2020 ke 2026.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Kebutuhan Pokok Jelang Idul Adha Tahun 2022

Minggu, 26 Juni 2022 | 21:50 WIB
X