Layanan Pembayaran PBB Online di Platform Digital Dorong Penerimaan Negara

Berbagai platform digital menjalin kolaborasi dengan pemerintahan daerah. Layanan pembayaran PBB online meningkatkan penerimaan daerah.

Layanan Pembayaran PBB Online di Platform Digital Dorong Penerimaan Negara
Keberadaan layanan pembayaran PBB online di platform digital diyakini meningkatkan penerimaan negara.

INILAHKORAN, Bandung - Kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai platform digital menyediakan layanan pembayaran PBB online ini diyakini mengoptimalkan penerimaan negara.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan, semakin banyak kanal pembayaran PBB online untuk urusan pajak di sejumlah platform digital maka penerimaan negara baik di pusat maupun daerah.

"Dengan platform digital itu setiap transaksi relatif lebih efisien dan efektif. Adanya pembayaran PBB online itu memberikan kemudahan masyarakat dalam membayarkan pajaknya yang ujungnya penerimaan negara pun semakin baik," kata Nailul, Jumat 1 Juli 2022.

Baca Juga: Libur Idul Adha, Polisi Siapkan Pengamanan Arus Lalu Lintas

Dia menegaskan, keberadaan layanan di platform digital itu pun meningkatkan aspek ketaatan wajib pajak. Namun demikian, hal itu harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur yang ada di setiap wilayah dan sumber daya manusia dari pemerintahan itu sendiri.

"Mungkin nantinya bukan cuman dari e-commerce, tapi bisa melalui e-wallet ataupun dari layanan ride-hailing," tambahnya.

Sejauh ini, siring dengan pesatnya proses digitalisasi pembayaran PBB saat ini sudah bisa dilakukan secara online. Berbagai platform digital pun telah mendukung pembayaran PBB online seperti Tokopedia, Gojek, Dana, Klik Indomaret, dan Traveloka.

Baca Juga: Tangani PMK Jelang Idul Adha, Ngatiyana Instruksikan Dispangtan Jeli Periksa Hewan Kurban

Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintahan Tokopedia Astri Wahyuni mengatakan pembayaran pajak secara online juga diharapkan mampu mendorong tingkat partisipasi para wajib pajak, sehingga dapat memaksimalkan potensi penerimaan negara sebagai jembatan pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.

Sepanjang 2021, Tokopedia menjadi pilihan nomor wahid untuk transaksi pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kota Bogor dengan jumlah wajib pajak yang membayar lebih dari 28 ribu dan total transaksi lebih dari Rp38 miliar.

Dia menambahkan, Kota Bandung, Kota Tangerang, Kota Bekasi, dan Kota Medan juga menjadi beberapa kota dengan transaksi tertinggi untuk penerimaan PBB 2021 di Tokopedia.

Baca Juga: Gitaris Band Pasion, Bret Michaels Dirawat di Rumah Sakit! Dokter Sarankan Tidak Ikut  Tur

“Selain mendorong partisipasi para wajib pajak dan memaksimalkan potensi penerimaan negara, pembayaran pajak online melalui Tokopedia juga diharapkan dapat meningkatkan penggunaan pembayaran digital dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Indonesia,” tutur Astri.

Saat ini, Tokopedia telah melakukan kerja sama dengan 211 kota/kabupaten di Indonesia dimana semua pembayaran PBB online di kota/kabupaten tersebut bisa dilakukan secara digital lewat Tokopedia.

Dana, misalnya masuk sebagai salah satu Lembaga Persepsi Lainnya (LPL) dari total 91 collecting agent pada Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik untuk Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3) yang dibesut Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Jalin Kemitraan dengan Toko Modern, Kepala Disdagkoperind Kota Cimahi Sebut Tinggal dari UKM dan IKM-nya Saja

Sejak diluncurkan 2019, pemerintah telah memproses 95 juta transaksi penerimaan negara lewat MDN G3. Di luar MPN G3, beberapa platform digital lain turut menyediakan layanan bayar pajak.

GoPay menghadirkan fitur bayar retribusi dan pajak daerah di Jawa Timur serta PBB di Semarang, Jawa Tengah. LinkAja juga mempunyai layanan pembayaran retribusi dan pajak daerah, salah satunya Banyuwangi, Jawa Timur.

Ada juga perusahaan teknologi asal Indonesia, Tokopedia, yang beberapa waktu lalu mendapatkan penghargaan sebagai Mitra Terbaik Channeling Pembayaran PBB Masa Pajak Tahun 2021 dari Wali Kota Bogor, sebagai salah satu platform digital yang memberikan kemudahan dalam memfasilitasi pembayaran PBB secara online.

Baca Juga: Spoiler Alchemy of Souls Episode 5: Bukan Mu Deok Yi, Sosok Ini yang Akan Jadi Guru Jang Wook

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, pihaknya mengapresiasi keberadaan inovasi platforma digital ini. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong digitalisasi pelayanan publik.

"Inovasi digital sangat memberikan keuntungan dan kemudahan bagi masyarakat. serta mendorong untuk tertib membayar pajak," kata Bima Arya.

Pembayaran PBB online sendiri diterapkan guna mengurangi kepadatan antrean wajib pajak di loket. Selain itu juga bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat agar lebih cepat dalam memenuhi kewajibannya membayar pajak.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Disparbud KBB Minta Pengelola Jangan Lengah

Sementara, pada April 2022 lalu Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan penggunaan teknologi di wilayah Jabar meningkat drastis, termasuk dalam membayar pajak.

"Misalkan, dulu kalau mau bayar pajak harus ke kantor, sekarang lebih mudah karena boleh via Tokopedia. Kita hadir dalam kebiasaan masyarakat, alhamdulillah ada peningkatan,” ujar Ridwan Kamil. (*)


Editor : inilahkoran