BP Jamsostek Berikan Manfaat Peserta Korban Kecelakaan Truk Pengangkut BBM di Cibubur

BP Jamsostek Cabang Bandung Suci memberikan manfaat bagi peserta yang menjadi korban kecelakaan truk pengangkut BBM di Cibubur.

BP Jamsostek Berikan Manfaat Peserta Korban Kecelakaan Truk Pengangkut BBM di Cibubur
Direktur Pelayanan BP Jamsostek Roswita Nilakurnia datang langsung untuk memastikan LCT korban kecelakaan kerja terimplementasi dengan baik dan peserta mendapatkan perawatan yang terbaik sebagai manfaat yang diberikan.

INILAHKORAN, Bandung - BP Jamsostek Cabang Bandung Suci memberikan manfaat bagi peserta yang menjadi korban kecelakaan truk pengangkut BBM di Cibubur.

Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Bandung Suci Agus Hariyanto menjelaskan, penyaluran manfaat itu menjadi bukti nyata manfaat bagi para peserta yang menjadi korban kecelakaan.

“Satu lagi bukti nyata manfaat BP Jamsostek bagi peserta adalah kepeduliaan kami terhadap korban kecelakaan melalui tim Layanan Cepat Tanggap (LCT) di seluruh Indonesia, khususnya pada kecelakaan tragis terjadi di jalan Transyogi Cibubur,” kata Agus, Kamis 28 Juli 2022.

Baca Juga: Jokowi dan Megawati Sudah Bahas Nama Calon MenPAN RB Pengganti Tjahjo Kumolo

Menurutnya, beberapa waktu lalu kecelakaan tragis terjadi di jalan Transyogi Cibubur. Insiden berawal dari truk pengangkut BBM yang mengalami rem blong dan menabrak beberapa kendaraan di depannya. Akibat dari peristiwa tersebut, sedikitnya 11 orang meninggal dunia dan 5 orang mengalami luka-luka.

BP Jamsostek saat itu langsung menggerakkan tim Layanan Cepat Tanggap (LCT) untuk menyisir kemungkinan adanya peserta yang turut menjadi korban. Berdasarkan hasil penelusuran, teridentifikasi salah seorang korban luka atas nama Kunto Widyasmoro merupakan peserta aktif.

Peserta yang berprofesi sebagai tenaga pengajar tersebut sedang dalam perjalanan pulang dari kantor menuju rumahnya di daerah Cileungsi. Namun naas, saat dirinya melintas di lokasi, terjadilah kecelakaan yang mengakibatkan cedera pada wajah dan lengannya.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan TMMD Imbangan 2022 Dilaksanakan di Desa Margaluyu KBB

Pasca kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Permata Cibubur yang merupakan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BP Jamsostek untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, Direktur Pelayanan BP Jamsostek Roswita Nilakurnia datang langsung untuk memastikan LCT kecelakaan kerja terimplementasi dengan baik dan peserta mendapatkan perawatan yang terbaik.

“Kami atas nama manajemen BP Jamsostek turut merasa prihatin atas kecelakaan yang dialami para korban, khususnya bapak Kunto. Kami telah memastikan bahwa korban mengalami kecelakaan kerja, karena ruang lingkup perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tidak hanya kecelakaan di tempat kerja, namun juga saat perjalanan menuju dan kembali dari tempat kerja,” jelas Roswita.

Baca Juga: Komnas HAM Lipat Kertas Saat Rilis Pernyataan Kasus Kematian Brigadir Yosua, Netizen: Kenapa Harus Ditutup?

Selain itu, jika dalam masa pemulihan peserta tidak dapat bekerja, BP Jamsostek juga memberikan santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) sebesar 100% upah yang dilaporkan selama 12 bulan dan selanjutnya 50% upah hingga sembuh.

Apabila peserta mengalami kecacatan, dirinya juga akan mendapatkan alat bantu (orthose) atau alat ganti (prothese), serta manfaat Return To Work (RTW) yaitu berupa pendampingan hingga pekerja dapat bekerja kembali. (*)


Editor : inilahkoran