Eks Timses Jadi Ketua Pansel KPU dan Bawaslu, Ada Agenda Menangkan Satu Capres?

Presiden Jokowi memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk ‘menitipkan’ orangnya untuk menjadi calon anggota KPU dan Bawaslu

Eks Timses Jadi Ketua Pansel KPU dan Bawaslu, Ada Agenda Menangkan Satu Capres?
Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU).

INILAHKORAN, Bandung- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk ‘menitipkan’ orangnya untuk menjadi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Padahal, Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) KPU-Bawaslu adalah mantan anggota tim suksesnya di Pilpres 2024.

Eks anggota Timses Jokowi yang dimaksud tersebut adalah Juri Ardiantoro yang saat ini menjabat sebagai Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP). Juri sendiri ditunjuk sebagai anggota Tim Pansel calon KPU dan Bawaslu mewakili komponen yang berasal dari Pemerintah.

“Saya kira agak susah. Pertama pengambilan keputusan di Timsel itu pasti kolektif kolegial secara bersama, meskipun ketuanya pak Juri, dugaan saya dia tidak akan terlalu bisa mendominasi karena ada tokoh-tokoh lain yang lebih punya pengalaman,” kata Peneliti CSIS, Arya Fernandes kepada INILAH.COM, Selasa 12 Oktober 2021.

Baca Juga: Elektabilitas RK Moncer di Bursa Pilpres, Ini Kata DPRD Jabar

Menurutnya, jika hal itu terjadi maka seluruh anggota Tim Pansel calon anggota KPU dan Bawaslu sudah mempertaruhkan kredibilitasnya di depan publik karena gagal menjaga integritas mereka sebagai Timsel.

“Intervensi itu sulit dilakukan karena kan ada proses screening di anggota panselnya, kemudian nama itu akan dilakukan fit and propertest di DPR. Nah, ketika masuk di DPR tentu ada tarik menarik politik itu pasti ada, tapi tidak semudah itu bagi presiden, meskipun nama pansel itu ditetapkan presiden, tapi tidak semudah itu (menggoalkan calon tertentu),” ungkapnya.

Baca Juga: Prabowo Maju Lagi di Pilpres 2024, Partai Gerindra Ungkap Alasannya...

Arya menilai di Pemilu 2024 nanti seluruh parpol memiliki kepentingan politik masing-masing, sehingga DPR yang mewakili fraksi-fraksi parpol diyakini akan mengutamakan kepentingan mereka terlebih dahulu.

Selain itu, secara politik Presiden Jokowi juga sudah tidak bisa lagi memegang kendali karena masa jabatannya akan berakhir di periode keduanya.

“Apalagi nanti presiden akan berakhir masa jabatannya. Jadi partai-partai lebih cair atau sulit dialihkan. Jadi nama itu akan diberikan ke presiden, kemudian presiden akan,” katanya.

Harapan anggota Timsel

Untuk itu Arya berharap para anggota Timsel nanti bekerja secara professional untuk menghasilkan nama-nama calon anggota KPU dan Bawaslu yang memiliki kredibilitas dan integritas yang tinggi.

Hal ini mengingat di 2024 nanti seluruh pesta demokrasi mulai dari Pemilu Pilpres dan Pilkada akan dilakukan secara serentak di tahun yang sama. Sehingga proses tersebut membutuhkan orang-orang yang memang mengerti dan menguasai teknis proses Pemilu.

Baca Juga: Rangkul Pemuda dalam Pilkada 2024, KPU dan KNPI KBB Jalin Kerja Sama

“Tim itu juga akan membuat seperti matrik skoring tahapan ke pansel ke pemerintah dan diusulkan ke DPR. Nah, kita berharap dengan proses yang bertahap itu kualitas (anggota KPU dan Bawaslu) yang terpilih itu jadi lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengaku pihaknya tidak terlalu mempermasalahkan keberadaan Juri Ardiantoro yang notabanenya merupakan staf di KSP dan eks mantan Timses Jokowi.

Menurutnya, sosok Juri ini memiliki pengalaman dalam bidangnya khususnya dalam penyelenggaraan Pemilu. Sehingga harapannya bisa memilih calon anggota KPU dan Bawaslu yang berkompeten.

"Pak Juri itu justru berpengalaman di KPU sehingga bagi kami tak ada masalah jika kemudian Pak Juri jadi tim seleksi KPU," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 12 Oktober 2021.

Baca Juga: Pilpres 2024, AHY Bersanding dengan Sandiaga Uno?

Selain itu, Sufmi juga yakin keberadaan Juri Ardiantoro tidak akan bisa mengambil keputusan atau menentukan calon secara sepihak karena sistem kerja dari Tim Pansel ini kolektif kolegial atau pengambilan keputusan dilakukan atas pertimbangan bersama.

"Karena kan tim seleksi bukan Pak Juri sendiri, itu kan ada beberapa yang kemudian bersama-sama, tentunya pengalaman dari Pak Juri itu bisa menjadi bekal memilih calon baik KPU dan Bawaslu yang tepat di samping aspek lain nanti akan dilengkapi oleh anggota lain di bawah Pak Juri," katanya.

Baca Juga: Twitter-Facebook Bekukan Akun Selama Pilpres AS

Sebelumnya, muncul kekhawatiran dari publik atas kemunculan nama Juri Ardiantoro sebagai anggota Tim Pansel sekaligus menjabat sebagai Ketua Tim pansel. Kekhawatiran ini didasari karena Juri merupakan Deputi IV KSP dan juga mantan anggota Tim sukses Jokowi- Ma’ruf Amin saat Pilpres 2019.***


Editor : inilahkoran