Episode Tiada Akhir Air Sentul City

Adanya swakelola ganda Sistem Penyelenggaraan Air Minum (SPAM) di Kawasan Sentul City antara PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC) dengan koperasi Komite Warga Sentul City (KWSC) tepatnya RW 08 menjadi p

Episode Tiada Akhir Air Sentul City
Polemik terkait SPAM di Kawasan Sentul City kian menjadi
INILAH, Bogor - Adanya swakelola ganda Sistem Penyelenggaraan Air Minum (SPAM) di Kawasan Sentul City antara PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC) dengan koperasi Komite Warga Sentul City (KWSC) tepatnya RW 08 menjadi polemik. 
 
Warga yang tergabung dalam Perhimpunan Warga Sentul City (PWSC) akan menggugat kedua belah pihak ke Pengadilan Negeri (PN) Cibinong.
 
Muhammad Ali selaku Ketua PWSC mengatakan gugatan pengurus dan anggotanya ke PN Cibinong  dengan pihak tergugat PT SGC dan KWSC karena merasa terganggu dan dirugikan karena baik PT SGC dan KWSC sama-sama mengeluarkan surat tagihan pembayaran SPAM.
 
“Warga yang tergabung dalam PWSC merasa terganggu dan dirugikan karena adanya penagihan ganda pembayaran SPAM. Kami menggugat secara hukum untuk mencari kebenaran pihak mana yang seharusnya mengelola SPAM di kawasan Sentul City,” kata 
Muhammad Ali.
 
Dia menambahkan bersama 6.300 dari 8.000-an kepala keluarga merasa dirugikan atas polemik penyelenggaraan SPAM ini. Apalagi ada 'ancaman' apabila tidak membayar tagihan penyelenggaraan SPAM bisa diputus meteran airnya.
 
“Kami yang rata-rata ingin menikmati masa tua dan ingin nilai investasi terus naik malah terganggu dengan adanya polemik ini. Bahkan kami seperti menunggu bom waktu karena meteran air bisa diputus sewaktu-waktu oleh kedua belah pihak apabila tidak membayar tagihan penyelenggaran SPAM. Kalau terus begini kan bikin  pusing. Saya mau jual saja rumah karena masalah air yang tak berkesudahan ini,” tambahnya.
 
Dhanni  Setiawan, mantan pengurus RW 08, menuturkan dia sudah melaporkan oknum pengurus RW 08 ke Polsek Babakan Madang karena surat tagihan pembayaran SPAM memakai loga pemerintah desa atau pemerintah daerah.
 
“Akibat tindakan sewenang-wenang oknum pengurus RW 08 yang kurang berkenan, kami tidak hanya melaporkan keresahan ini  ke pihak kepolisian, tetapi ingin oknum tersebut dicopot sebagai pengurus RW 08 oleh aparat desa,” tutur Dhanni.
 
Edi Prayitno selaku kuasa hukum PWSC, utamanya Amir Rusamsi dan Santhe A Umboh, menjelaskan amar putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia  yang memutuskan penyelenggaraan SPAM harus dialihkan ke Pemkab Bogor dari PT SGC merugikan pihaknya karena terancamnya kualitas pelayanan kebutuhan air.
 
“Kami akan menuntut PT Sentul City, PT SGC, KWSC dan individu lainnya ke PN Cibinong karena PWSC yang jumlah anggotanya lebih banyak dari KWSC  merasa dirugikan akibat polemik ini. Putusan  MA ini aneh karena yang dibatalkan wewenang swakelola oleh PT SGC hanya pengelolaan SPAM-nya, sementara pelayanan jaminan keamanan dan lainnya tetap dilaksanakan oleh PT SGC. Semoga tuntutan kami menjadi pertimbangan hakim MA agar pengambilalihan pengelolaan SPAM oleh pihak Pemkab Bogor ditunda atau bahkan dibatalkan,” jelas Edi. 


Editor : inilahkoran