Gandeng TTM, Pemkab Karawang Dirikan Green House dan Packing House

Guna mewujudkan swasembada pangan, Pemkab Karawang menggandeng Taiwan Technical Mission (TTM) mendirikan Green House dan Packing House.

Gandeng TTM, Pemkab Karawang Dirikan Green House dan Packing House
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat meresmikan Green House dan Packing House hasil kerja sama dengan TTM, Senin 30 Mei 2022.

INILAHKORAN, Karawang - Pemkab Karawang mendorong petani agar bisa swasembada. Untuk itu, bekerja sama dengan TTM pemda setempat mendirikan Green House dan Packing House.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Karawang menyusun program kerja sama dengan Taiwan Technical Mission (TTM) untuk mendongkrak hasil produksi. Hasilnya, Green House dan Packing House kini berdiri dan bisa dimanfaatkan para petani binaan.

“Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan sayur Karawang itu dipasok daerah lain. Pemda tengah berupaya agar Karawang bisa swasembada sayuran,” kata Cellica usai peresmian Green House dan Packing House hasil kerja sama dengan TTM, Senin 30 Mei 2022.

Baca Juga: Didakwa Terima Suap Rp10 Miliar, Rahmat Effendi Terancam 20 tahun Penjara

Menurutnya, diresmikannya Green House dan Packing House di lahan 500 meter persegi dan gudang 200 meter persegi dengan total lahan seluas 2 hektare ini ditaksir nilai investasinya meencapai US$310 ribu. Selain itu, terdapat 2 Smart Greenhouse Project Holtikultura Karawang seluas 1.200 meter persegi dengan total investasi US$320 ribu.

“Dua infrastruktur ini dibuat guna mendukung pengemasan hasil produksi serta pengembangannya. Hingga saat ini, total ada 50 petani binaan yang mengelola 30 hektare luas lahan sayur unggulan seperti Aspargus, Edamame, Sawi Putih dan Pare Varietas Taiwan,” tuturnya.

Cellica menuturkan, kerja sama program TTM ini diproyeksikan bisa menambah pendapatan para petani sebesar 24 persen. Dengan luas lahan garapan 30 hektare diproyeksikan bisa panen hingga 450 ton sayuran.

Baca Juga: Hubungan Sholat dan Taubat, Ustadz Adi Hidayat: Bisa Cepat Diampuni Dosa!

Tak hanya teknis penanaman, para petani binaan pun diberi kemampuan untuk meningkatkan pemasaran hasil produksi. TTM ikut membuka saluran penjualan dengan total 50 ton per tahun.

“Petani juga dilatih untuk mengelola dan mengembangkan arus kas modal sebesar US$15 ribu,” ujarnya.

Ke depan, kata dia, pihaknya sedang merumuskan agar petani bisa meningkatkan pendapatan hingga 24 persen. Dengan cara membantu petani padi binaan untuk ikut menanam sayuran dan mendongkrak produksi hingga 260 ton per tahun.

Baca Juga: Tiga Pelaku Pembunuhan Pemuda di Arcamanik Ditangkap, Ini Dia Motifnya

Sebanyak 50 petani binaan di 10 kecamatan pun akan dilatih kemampuan pemasarannya. Sehingga pihaknya bisa membuat kerja sama dengan 27 pasar yang stabil menampung hasil produksi mereka. Termasuk 21 pasar grosir tradisional, 5 supermarket kelas atas, dan 1 perusahaan catering.

“Adapun pilot project di Karawang Timur dan Barat membina pendirian 2 koperasi dengan total penjualan US$30 ribu. Tentu saja, pelatihan-pelatihan untuk petani binaan akan terus kami berikan agar kemampuan mereka semakin baik dan berkembang. Semoga keinginan Karawang bisa swasembada bisa terwujud,” ungkapnya. (*)


Editor : inilahkoran