• Kamis, 23 September 2021

Telegram Tutup Ratusan Seruan Kekerasan di AS

- Rabu, 20 Januari 2021 | 10:40 WIB
istimewa
istimewa

INILAH,  San Francisco - Di tengah meningkatnya ketegangan politik di AS, pendiri Telegram Pavel Durov mengatakan bahwa layanan perpesanannya telah menghapus ratusan seruan publik untuk melakukan kekerasan, sesuai dengan persyaratan layanan dalam platform perpesanan tersebut.

Mengutip The Verge, Selasa (19/1/2021), Durov menekankan bahwa layanannya berkomitmen untuk melarang seruan yang secara aktif memicu kekerasan.

"Telegram menyambut baik debat dan protes damai, tetapi Persyaratan Layanan kami secara eksplisit melarang penyebaran seruan publik untuk melakukan kekerasan," ujar Durov.

"Gerakan sipil di seluruh dunia bergantung pada Telegram untuk membela hak asasi manusia tanpa menimbulkan kerugian," dia melanjutkan.

Namun, Durov tidak membahas fitur obrolan terenkripsi Telegram, yang melindungi percakapan dari akses luar.

Telegram melawan kekerasan dan terorisme di ruang publik, tetapi menolak tekanan yang meningkat untuk membuat percakapan di platform lebih dapat diakses oleh penegak hukum.

Maraknya kekerasan pro-Trump di AS telah menghidupkan kembali perdebatan di negara itu tentang nilai enkripsi, dan menghidupkan kembali seruan untuk melemahkan perlindungan privasi untuk layanan obrolan terenkripsi.

Durov mengatakan Telegram telah mengalami lonjakan yang sama dalam ancaman kekerasan seperti yang dilaporkan oleh layanan perpesanan lainnya selama sebulan terakhir.

"Pada awal Januari, tim moderasi Telegram mulai menerima peningkatan jumlah laporan tentang aktivitas publik terkait AS di platform kami," ujar Durov.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

X