• Minggu, 24 Oktober 2021

Pentingnya Asupan Gizi Anak Usia Sekolah

- Jumat, 29 Januari 2021 | 10:40 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Jakarta - Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap 25 Januari menjadi momentum untuk mengentaskan permasalahan gizi di Indonesia.

Namun, faktanya hingga kini permasalahan gizi seperti stunting, wasting, obesitas, dan kurangnya konsumsi zat gizi mikro sehingga berujung pada anemia, selalu masih menjadi permasalahan gizi utama di Indonesia. Karena itu, untuk mengatasi permasalahan gizi, PT AJINOMOTO INDONESIA mengambil pendekatan holistik.

"Bermitra dengan IPB, kami memprakarsai School Lunch Program untuk menyediakan makan siang dengan gizi seimbang untuk para santri di pesantren di Bogor. Tidak hanya itu, kami juga memberikan edukasi tentang nutrisi yang tepat, (Pola Hidup Bersih Sehat) PHBS, dan pentingnya olahraga," kata Katarina Larasati, Public Relations Manager AJINOMOTO INDONESIA, Jakarta, Kamis, (28/01/2021).

Adanya momen Hari Gizi Nasional pada 25 Januari diharapkan juga menjadi pengingat bagi semua bahwa permasalahan gizi anak di Indonesia masih ada.

"Kami berharap program ini tidak hanya merubah status gizi anak-anak Indonesia menjadi lebih baik, namun PHBS mereka juga ikut lebih baik, terutama di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini," ungkap Katarina Larasati, Public Relations Manager AJINOMOTO INDONESIA.

SLP (School Lunch Program)telah berjalan sejak 2018. Hingga 2020, sudah ada dua pesantren yang menjadi pilot project, dan menerima manfaat dari program ini, yakni Pondok Pesantren Darussalam & Pondok Pesantren Darul Falah, Bogor.

Dr. Rimbawan, dosen dari IPB, sekaligus Project Leader SLP bersama PT AJINOMOTO INDONESIA memaparkan adanya pengurangan status anemia dan peningkatan status gizi pada para penerima program SLP.

"Di setiap pesantren penerima program, terdapat hasil yang signifikan. Dari pemberian makan siang, hasil yang signifikan adalah peningkatan asupan gizi yang terdiri dari energi, protein, lemak, karbohidrat, zat besi, dan vitamin c. SLP juga dapat meningkatkan kadar hemoglobin santri, serta mengurangi prevalensi anemia yang signifikan," ujar Dr. Rimbawan.

"Status gizi santri yang semula gemuk juga berkurang menjadi normal setelah menjalankan SLP. Ada juga beberapa santri yang semula underweight, namun setelah ada SLP terjadi peningkatan status gizi ke arah normal. Selain itu, SLP juga dapat meningkatkan pengetahuan gizi dan PHBS secara signifikan," lanjutnya.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

X