• Kamis, 23 September 2021

Kata BMKG Soal Cuaca Ekstrem Banjir dan Longsor

- Senin, 1 Februari 2021 | 11:20 WIB
foto: Bambang Prasethyo
foto: Bambang Prasethyo

INILAH,  Jakarta - Cuaca ekstrem atau dikenal dengan La Nina dan El yang panjang dan mengakibatkan bencana alam, mengakibatkan lonjakan konsentrasi gas rumah kaca yang ada di atmosfer.

"Salah satu penyebabnya karena meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca yang ada di atmosfer. BMKG mencatat itu dan gas rumah kaca yang ada di atmosfer itu antara lain CO2," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, saat konferensi pers virtual, Minggu (31/1/2021).

Dwikorita mengatakan, untuk CO2 adalah hasil pembakaran fosil (batu bara dan minyak bumi), industri, dan beberapa hal lain.

"Semunya sudah tahu CO2 adalah akibat pembakaran fosil, industri, transportasi, penggundulan dan seterusnya. Semuanya sudah paham itu," tegasnya.

Dia menjelaskan, data dan fakta mencatat peningkatan temperatur udara di Indonesia dan seiring dengan peningkatan curah hujan.

"Poin itu yang kami sampai latar belakang kenapa cuaca ekstrem sering terjadi," jelasnya.

Dia menjelaskan, dengan data dan fakta tersebut seharusnya menjadi penyebab awal banyaknya peristiwa bencana alam yang terjadi di Indonesia.

"Jadi kita tak bisa mengatakan cuaca ekstrem banjir longsor dan lain sebagainya terjadi. Tapi kita harus sadar kenapa cuaca ekstrem terjadi, karena iklim global, karena gas rumah kaca yang meningkat karena aktivitas kita semua dalam memanfaatkan bahan bakar fosil," tuturnya. (inilah.com)

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

X