• Selasa, 26 Oktober 2021

Prediksi Pakar Kaspersky Soal Data Privasi di 2021

- Senin, 8 Februari 2021 | 09:00 WIB
ilustrasi
ilustrasi

INILAH, Jakarta - Tahun 2020 lalu menunjukkan pentingnya infrastruktur yang terhubung dan layanan digital bagi fungsi masyarakat sehari-hari, yang menyebabkan pergeseran sikap terhadap privasi dan cara pandang masyarakat, organisasi dan pemerintah.

Pakar keamanan siber di Kaspersky, Vladislav Tushkanov, menyebut bahwa tahun lalu telah menjadi waktu bagi pengguna untuk pertama kalinya menyadari seberapa besar informasi yang mereka bagikan dan apa yang mereka dapatkan sebagai imbalan.

"Akibatnya, privasi telah menjadi topik panas di persimpangan kepentingan pemerintah, perusahaan dan pribadi, yang memunculkan banyak tren yang berbeda dan bahkan bertentangan dalam bagaimana data tersebut dikumpulkan dan privasi dipertahankan - atau, justru sebaliknya, dilanggar," ujar Tushkanov dalam keterangan tertulisnya.

Menurut peneliti, privasi konsumen akan menjadi sebuah proposisi nilai dan dalam banyak kasus, membutuhkan biaya. Peningkatan pengumpulan data selama pandemi, dan gejolak politik yang menyebar dan berkembang ke platform digital, telah menjadi satu untuk menghasilkan pertumbuhan yang cepat dalam kesadaran publik tentang pengumpulan data tanpa batas.

Karena semakin banyak pengguna yang ingin menjaga privasi mereka, organisasi menanggapi dengan menawarkan produk yang berfokus pada privasi --jumlah dan keragamannya akan terus bertambah.

Selain itu, vendor perangkat kesehatan pintar akan mengumpulkan data yang semakin beragam --dan penggunaannya juga demikian. Data yang dikumpulkan oleh pelacak kebugaran (fitness tracker), pemantau tekanan darah, dan perangkat lain turut banyak digunakan dalam kasus pengadilan, belum lagi oleh pemasar dan perusahaan asuransi yang juga merasakan manfaatnya.

Dengan kesehatan menjadi perhatian publik, permintaan akan data semacam itu diprediksi akan terus berkembang.

Prediksi selanjutnya, pemerintah akan semakin menaruh perhatian pada akumulasi data berteknologi besar -- dan lebih aktif dalam peraturannya.

Sebagian besar organisasi swasta menolak untuk berbagi data ini, pemerintah diperkirakan akan merespons dengan lebih banyak peraturan yang menghalangi privasi online, dengan perdebatan paling sengit seputar teknologi pelestarian privasi seperti enkripsi end-to-end, DNS-over-HTTPS, dan mata uang kripto.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

X