• Kamis, 23 September 2021

Edukasi Gizi Sangat Penting di Tengah Pandemi

- Selasa, 9 Februari 2021 | 10:20 WIB
istimewa
istimewa

INILAH,  Jakarta - Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) tetap melanjutkan edukasi mengenai gizi anak untuk masyarakat.

Pelaksanaan edukasi dilakukan bersama para mitra termasuk Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS), Muhammadyah, PP Muslimat NU, HIMPAUDI serta komunitas ibu dan parenting yang menaruh perhatian besar terhadap kesehatan keluarga.

Kelurahan Rawa Semut, Bekasi Timur menjadi target edukasi perdana, baru - baru ini. Edukasi dilakukan dalam bantuk penyuluhan langsung atau tatap muka dengan masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita dan kader posyandu.

Kegiatan edukasi dilaksanakan dengan jumlah peserta yang terbatas dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid 19, diantaranya pengukuran suhu serta memastikan seluruh peserta memakai masker dan membersihkan tangan dengan hand sanitizer saat mengikuti kegiatan.

Sebagaimana diketahui, Rawa Semut merupakan salah satu kawasan padat penduduk di Bekasi. Berada di jantung kota Bekasi, sekitar 1,5 km dari terminal Bekasi Timur, akses dekat ke stasiun KRL Bekasi Timur serta pusat perbelanjaan Trans Park, menjadikan Rawa Semut sebagai kawasan pemukiman yang strategis, menjadikan kontrakan dan kost-kost-an karyawan berpadu gang sempit pemandangan lumrah di kawasan ini. Hal inipun akhirnya menimbulkan persoalan baru, warga yang datang dan pergi dan administrasi penduduk yang tidak pasti.

Pelaksana edukasi dari KOPMAS untuk Rawa Semut, Marni R mengatakan apabila administrasi kependudukan tidak pasti, turut mempengaruhi kesehatan keluarga di wilayah setempat. Sebab, dalam setiap program kesehatan untuk masyarakat, masyarakat yang disasar tentunya yang sudah terdata oleh RT/ RW.

"Sebagai contoh, pemberian bantuan-bantuan sosial dari pemerintah, biasanya masyarakat penerima akan dimintakan KTP setempat ataupun pendataan oleh RT/RW. Tapi kebanyakan masyarakat kita, apalagi di kawasan padat penduduk dengan sebagian besar adalah pendatang seperti ini, mengabaikan soal administrasi kependudukan ini. Alhasil, yang seharusnya dibantu malah tidak mendapatkan haknya sama sekali," jelas Marni.

Kendala pendataan masyarakat tersebut juga diakui Ibu Adam, pembina Posyandu setempat.

"Kegiatan Posyandu disini cukup aktif. Bahkan setelah ada pandemi pun kader-kader Posyandu yang aktif melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga, pemeriksaan tumbuh kembang anak dan pemberian makanan tambahan apabila ditemukan anak kurang gizi. Hanya saja memang karena banyak yang ngontrak dan tidak lapor, jadi tidak semua balita tumbuh kembangnya terpantau oleh kader ," jelas ibu Adam.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

X